Hari Ini dalam Sejarah: Indian Pertama Dilantik Jadi Presiden Bolivia

Kompas.com - 22/01/2018, 14:17 WIB
Presiden Bolivia Evo Morales.AIZAR RALDES / AFP Presiden Bolivia Evo Morales.

KOMPAS.com - Hari ini, 22 Januari 2006, Evo Morales menjadi keturunan Indian pertama yang menjadi presiden Bolivia.

Morales adalah anggota suku Aymara yang tinggal di Altiplano, dataran tinggi di Pegunungan Andes antara Pweru dan Bolivia.

Sejumlah kecil anggota suku ini juga terdapat di wilayah Argentina dan Chile. Kini jumlah suku Aymara diperkirakan sekitar 3 juta orang.

Morale dilahirkan di Isallavi, sebuah desa pertambangan , di provinsi Oruro, wilayah barat Bolivia pada 26 Oktober 1959.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: India Luncurkan Mobil Paling Murah di Dunia

Sebagian besar masa kecil Morales dihabiskan dengan menggembala llama, hewan khas Amerika Selatan, milik keluarganya.

Setelah lulus SMA, Morales memilih untuk bergabung dengan militer lalu pindah bersama keluarganya di wilayah Chapare di sisi timur Bolivia.

Di tempat baru itu, keluarga besar Morales kembali menekuni profesi lama mereka yaitu bertani.

Keluarga Morales menanam sejumlah tetumbuhan, salah satunya adalah koka yang merupakan bahan dasar untuk produksi kokain.
Namun, di dataran tinggi Amerika Selatan, daun koka juga digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional.

Pada awal 1980-an, Morales aktif dalam serikat petani koka di kawasan itu dan pada 1985 dia diangkat menjadi sekretaris jenderal serikat petani.

Tiga tahun kemudian Morales menjadi sekretaris eksekutif federasi serikat-serikat petani koka Bolivia.

Pada pertengahan 1990-an, pemerintah Bolivia mulai memerangi produksi koka dengan bantuan Amerika Serikat.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Pasukan Sekutu Mundur dari Gallipoli

Saat itulah Morales terlibat dalam pembentukan sebuah partai politik bernama Movimiento al Socialismo (MAS) atau Gerakan Menuju Sosialisme.

Meski sibuk berpolitik, Morales juga tetap menjadi ketua kehormatan federasi serikat petani koka Bolivia.

Page:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorErvan Hardoko

Terkini Lainnya


Close Ads X