Kompas.com - 22/01/2018, 08:23 WIB
Petugas keamanan Afghanistan berada di atap Hotel Intercontinental saat melawan kelompok pria bersenjata di Kabul, Minggu (21/1/2018). (AFP/Wakil Kohsar) Petugas keamanan Afghanistan berada di atap Hotel Intercontinental saat melawan kelompok pria bersenjata di Kabul, Minggu (21/1/2018). (AFP/Wakil Kohsar)
|
EditorVeronika Yasinta

Pengepungan terjadi sekitar pukul 21.00, Sabtu (20/1/2018) waktu setempat.

Tolo News melaporkan, tamu hotel yang ketakutan mencoba membebaskan diri dari api dengan cara mengayunkan diri menggunakan selimut dari balkon.

Terlihat juga seorang pria yang jatuh ke tanah. Momen tersebut terjadi setelah pengepungan berlangsung delapan jam. Namun, belum ada rincian yang dirilis terkait kondisi pria itu.

Warga sipil yang berada di dalam hotel berupaya mengubungi rekan dan keluarganya untuk meminta bantuan ketika sekelompok pria bersenjata melewati dapur dan masuk ke hotel.

Beberapa saksi mata menyebutkan, orang-orang yang membawa senjata api itu mencari tamu hotel.

Baca juga: Taliban Klaim Serangan ke Hotel di Kabul, Lima Orang Dilaporkan Tewas

Sepanjang malam, satu per satu staf dan tamu hotel melarikan diri. Sementara pasukan keamanan berhasil menyelamatkan sekitar 126 orang hingga pukul 09.30, Minggu (21/1/2018).

Puluhan orang yang rekan dan anggota keluarganya terjebak di dalam hotel berkumpul sepanjang malam yang dingin menantikan kabar dari orang yang mereka cintai.

Banyak dari mereka yang berhasil menghubungi rekan dan keluarganya di hotel, kemudian telepon tidak dijawab atau dimatikan.

Baca juga: Tanpa Bantuan AS, Militer Afghanistan Hanya Bisa Bertahan 6 Bulan

Sekitar pukul 04.00 dini hari, pasukan keamanan khusus tambahan dikirim. Mereka menggelar operasi dengan penembakan.

Penembakan terus berlangsung selama beberapa jam. Pada pukul 07.00, pasukan khusus dan asing bergerak lagi.

Hingga pukul 08.00, lima dari enam lantai hotel telah diamankan. Menjelang pukul 10.00, pasukan khusus mengamankan bagian atap hotel, sementara petugas pemadam kebakaran berupaya mematikan api.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, dalam sebuah pernyataan, mengecam serangan tersebut serta meminta konsensus regional dan internasional terhadap negara-negara yang mensponsori teroris. Presiden juga menugaskan tim untuk menyelidiki insiden itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNN,Tolo News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.