Kompas.com - 21/01/2018, 18:22 WIB
Asap hitam membumbung dari atas hotel Intercontinental di Kabul, Afghanistan, yang diserang sekelompok pria bersenjata pada Sabtu (20/1/2018) malam. Wakil Kohsar / AFPAsap hitam membumbung dari atas hotel Intercontinental di Kabul, Afghanistan, yang diserang sekelompok pria bersenjata pada Sabtu (20/1/2018) malam.
|
EditorAgni Vidya Perdana

KABUL, KOMPAS.com - Kelompok Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap hotel mewah di ibu kota Afghanistan, Sabtu (20/1/2018) malam.

Lima orang, termasuk satu wanita warga negara asing, dilaporkan menjadi korban tewas dalam penyerangan yang berlangsung hingga 12 jam tersebut.

Pemerintah Afghanistan mengklaim aksi penyerangan oleh empat pria bersenjata ke hotel Intercontinental di Kabul telah berakhir. Seluruh pelaku penyerangan dilaporkan tewas.

Serangan dimulai pada Sabtu malam, sehari setelah kedutaan besar AS di Afghanistan memperingatkan akan adanya aksi teror di hotel di Kabul.

Baca juga: Empat Orang Pria Bersenjata Serbu Hotel di Afghanistan

Akibat serangan tersebut setidaknya lima orang menjadi korban tewas, dengan enam lainnya dilaporkan mengalami luka. Lebih dari 150 orang, termasuk 41 warga negara asing, telah diselamatkan.

Demikian disampaikan juru bicara kementerian dalam negeri Afghanistan, Najib Danish, dikutip dari The Independent.

Manajer Hotel, Ahmad Haris Nayab, yang berhasil menyelamatkan diri tanpa terluka, mengatakan para penyerang masuk dari bagian belakang dapur, sebelum menuju bangunan utama dan melancarkan aksinya.

Para pengunjung dan tamu hotel sebagian menyelamatkan diri ke atap hotel enam lantai itu, kemudian mencoba turun dari luar gedung menggunakan potongan seprai yang diikat menjadi satu.

Sehari sebelum serangan, hotel tersebut juga menjadi tuan rumah gelaran konferensi teknologi informasi, sehingga lebih dari 100 orang dari pakar TI dan insinyur berada di lokasi saat terjadinya serangan.

Baca juga: Tanpa Bantuan AS, Militer Afghanistan Hanya Bisa Bertahan 6 Bulan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.