Kompas.com - 20/01/2018, 13:46 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

Tidak hanya itu, dia bahkan siap meloloskan berapa pun permintaan anggaran pertahanan yang diajukan Trump.

"Namun, penawaran itu nyatanya tidak cukup untuk meluluhkan Tuan Presiden," kata Schumer dilansir Business Insider.

Gedung melalui Sanders tidak bisa menerima begitu saja pernyataan Schumer.

Sanders berkata, Demokrat lebih memilih agenda politik dibandingkan hajat hidup orang banyak seperti keamanan, militer, pendidikan, hingga kesehatan.

"Kami tidak akan bernegosiasi tentang status imigran yang ilegal. Sementara di sisi lain, Demokrat menyandera kehidupan rakyat AS dengan permintaan mereka," kecam Sanders.

Jika Shutdown terjadi, maka dampaknya selain pemerintah menghentikan pelayanannya, pegawai negeri sipil di sana juga bakal dirumahkan tanpa menerima gaji (furlough).

Kali terakhir AS mengalami shutdown adalah saat era Presiden Barack Obama pada 1-17 Oktober 2013.

Dalam masa pembahasan rancangan anggaran 2014, Republik memilih tidak mencantumkan pasal pencabutan dana pada Affordable Care Act.

Akibatnya, seperti dilaporkan CNN, sebanyak 850.000 pegawai negeri sipil dirumahkan. Sejak 1976, AS tercatat telah mengalami 18 kali masa penghentian pelayanan pemerintah.

Baca juga : Rp 22 T, Kerugian 16 Hari Shutdown Amerika

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.