Kompas.com - 19/01/2018, 21:18 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

NEW JERSEY, KOMPAS.com - Kru televisi yang terdiri dari tujuh orang ditahan kepolisian bandara di Newark setelah kedapatan membawa replika bom dalam barang bawaan mereka.

Kru televisi yang merupakan bagian dari reality show berjudul "Staten Island Hustle" tersebut ditangkap saat melewati pemeriksaan bagasi di terminal C bandara  New Jersey sekitar pukul 15.00 waktu setempat.

Mereka membawa properti replika bom dalam salah satu koper dan mengaku sengaja melakukannya demi merekam reaksi dari petugas keamanan transportasi (TSA) saat menemukan benda mencurigakan tersebut.

Mereka juga bermaksud merekam saat terjadinya kepanikan yang mereka harapkan akan terjadi.

Baca juga: Sapi Masuk ke Bandara di India, Dua Penerbangan Terpaksa Dialihkan

Namun, rencana mereka tidak berjalan mulus. Anggota kru justru dengan cepat ditahan, sementara kendaraan mereka turut diperiksa petugas.

"Teknisi bom TSA kebetulan sedang ada di pos pemeriksaan. Dia memeriksanya dan mengatakan benda itu bukan apa-apa dan mereka dibawa petugas," kata salah satu sumber seperti dikutip New York Daily News, Jumat (19/1/2018).

Salah satu kru mengatakan kepada petugas, mereka menyewa seorang teknisi untuk membuat replika bom tersebut yang menggunakan material dari alat penghisap debu, pipa, dan selang fleksibel.

"Properti itu juga memiliki semua tanda alat peledak improvisasi," kata juru bicara TSA.

"Pada saat yang bersamaan anggota lain kru tetap merekam ketika penemuan 'bom' tersebut," tambahnya.

Karena replika bom yang tampak seperti buatan sendiri, petugas menghubungi polisi federal untuk mengonsultasikan penangkapan tersebut.

Sementara, dari rumah produksi reality show tempat kru itu bekerja mengatakan tengah melihat rincian kejadian untuk melihat prioritas permasalahan.

"Kami melihat rincian kejadian dan sedang menghubungi otoritas terkait di lapangan," kata juru bicara perusahaan Endemol Shine North America.

"Saat ini proses sedang berlangsung sehingga kami belum dapat berkomentar lebih banyak," tambahnya juru bicara.

Baca juga: Satu Keluarga asal Zimbabwe Tertahan Dua Bulan di Bandara Bangkok

Otoritas keamanan bandara mendakwa ketujuh anggota kru televisi itu telah secara sengaja berkomplot untuk menciptakan kepanikan publik. Mereka dihadapkan pada denda sebesar 13.000 dolar AS (sekitar Rp 173 juta).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.