Kompas.com - 19/01/2018, 15:40 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

MOSKWA, KOMPAS.com - Konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina juga menyeret nama Amerika Serikat (AS) ke dalamnya.

Sebab, seorang diplomat Rusia menuding Negara Paman Sam telah memasok persenjataan kepada pasukan khusus Ukraina yang bagi Kremlin dianggap sebagai "kelompok radikal".

Duta Besar Rusia untuk Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa (OSCE), Alexander Lukashevich berujar, AS sengaja mendukung Ukraina untuk menyelesaikan konflik di Donbass.

Lukashevich menuturkan, dia menerima laporan bahwa Batalion Azov menerima misil anti-tank dengan pemandu optik (TOW) BGM-71.

Baca juga : Perang Terbuka di Bandara Donetsk, Setidaknya 30 Milisi Pro-Rusia Tewas

Batalion Azov merupakan detasemen khusus pasukan Ukraina yang didirikan pada 5 Mei 2014.

Detasemen itu awalnya merupakan kelompok paramiliter yang dibentuk saat Demonstrasi Pro-Rusia di Crimea dan Donbass.

"Berdasarkan data dari Dewan Atlantik, Batalion Azov dilaporkan membawa senjata TOW dan peralatan pengintaian buatan AS," kata Lukashevich saat rapat Dewan Permanen OSCE, seperti dilaporkan Russian Today Kamis (18/1/2018).

Selain itu, sejak awal 2018, Lukashevich menyebut drone Global Hawk, dan pesawat untuk misi pengintaian, P-8A, terlihat di wilayah konflik Donetsk dan Lugansk.

Diwartakan Russian Today, pada Desember 2017, Presiden AS Donald Trump telah menawarkan bantuan senjata kepada Ukraina.

Bantuan tersebut antara lain misil anti-tank, dan sistem penembak runduk M107A1 seharga 41,5 juta dolar AS, sekitar Rp 552,8 miliar.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.