Kompas.com - 19/01/2018, 11:26 WIB
Warga Palestina melintas di depan markas besar UNRWA di Gaza. Mohammed Abed / AFPWarga Palestina melintas di depan markas besar UNRWA di Gaza.
|
EditorAgni Vidya Perdana

BRUSSEL, KOMPAS.com - Keputusan AS yang memangkas dana bantuan untuk organisasi pengungsi Palestina, UNRWA, mulai mendapat tanggapan dari negara lain.

Setelah PBB yang menyerukan kepada negara-negara anggotanya untuk memberikan bantuan, kini Belgia menjawab panggilan itu.

Belgia menjanjikan akan memberikan tambahan dana bantuan untuk UNRWA sebesar 19 juta Euro (sekitar Rp 310 miliar).

Keputusan itu diumumkan hanya berselang satu hari setelah AS yang memastikan memangkas dana bantuan untuk UNRWA tahun ini sebesar 65 juta dolar AS (sekitar Rp 928 miliar).

Baca juga: Trump Bekukan Sumbangan Rp 865 miliar untuk Rakyat Palestina

Wakil Perdana Menteri Belgia, Alexander De Croo, yang juga menangani bantuan internasional mengatakan, UNRWA merupakan harapan terakhir bagi banyak warga Palestina.

"Saya sangat menghormati pekerjaan UNRWA yang harus tetap beroperasi dalam situasi yang paling sulit dan berbahaya. Kondisi hidup di Gaza, Suriah, Tepi Barat dan tempat lain di kawasan ini sangat sulit," kata De Croo dikutip The Independent.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bagi banyak pengungsi Palestina, UNRWA adalah harapan terakhir."

"Dengan bantuan UNRWA, setengah juta anak-anak Palestina bisa bersekolah dan akan mencegah mereka terjerumus ke radikalisasi atau kekerasan ekstrem," tambahnya.

Pemerintah Belgia mengatakan, tahap pertama dana bantuan tersebut akan segera diberikan mengingat kondisi yang sudah sangat mendesak.

AS sebagai pemberi bantuan terbesar UNRWA, pada tahun ini memutuskan memangkas lebih dari separuh anggaran.

Dari paket bantuan senilai 125 juta dolar AS (sekitar Rp 1,78 triliun), Presiden Donald Trump hanya mengesahkan 60 juta dolar AS atau sekitar Rp 857 miliar.

Baca juga: Sumbangan Dibekukan AS, Badan PBB Urusan Pengungsi Palestina Lakukan Ini

Badan milik PBB itu sudah terlanjur membangun puluhan kamp bagi guru dan pengungsi melebihi yang dibutuhkan dalam beberapa pekan terakhir dengan alasan pengiriman paket bantuan dari AS akan tertunda.

UNRWA didirikan pada tahun 1949 yang bertujuan memberikan bantuan kepada pengungsi Palestina, yang pada saat itu berjumlah sekitar 700.000 setelah Perang Arab-Israel 1948.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.