China Luncurkan Robot Kapal Selam Periksa Kebocoran Kapal Tanker

Kompas.com - 18/01/2018, 22:32 WIB
Api membakar kapal tanker milik Iran di lepas pantai timur China, Minggu (14/1/2018). Otoritas Iran mengkhawatirkan tidak adanya korban selamat di antara 32 awak kapal yang terbakar sebelum akhirnya tenggelam tersebut. Kementerian Transportasi China / AFPApi membakar kapal tanker milik Iran di lepas pantai timur China, Minggu (14/1/2018). Otoritas Iran mengkhawatirkan tidak adanya korban selamat di antara 32 awak kapal yang terbakar sebelum akhirnya tenggelam tersebut.
|
EditorAgni Vidya Perdana

BEIJING, KOMPAS.com - Tragedi kecelakaan kapal tanker Iran yang terbakar dan tenggelam di perairan Laut China Timur meninggalkan kekhawatiran akan kebocoran minyak yang akan mencemari laut.

Demi mengatasi hal tersebut, pemerintah China akan menggunakan robot kapal selam untuk membantu mendeteksi kebocoran dan menghentikan arus minyak dari kapal tanker Iran yang meledak dan tenggelam pada Minggu (14/1/2018) lalu itu.

Kementerian Transportasi China mengatakan, kapal patroli laut Haixun 166 telah tiba di lokasi tenggelamnya kapal dan telah mulai melakukan penilaian untuk menemukan cara menutup kebocoran.

"(Pusat Penyelamatan dan Pencarian Maritim Shanghai) akan mengatur robot bawah laut untuk tugas pendeteksian di sekitar kapal yang tenggelam," kata kementerian tanpa merinci jumlah dan jenis robot yang digunakan.

Baca juga: Kapal Minyak Iran Terbakar di China, Diyakini Tak Ada Korban Selamat

Menurut pakar operasi maritim dari Universitas Maritim Dalian, Gong Yongjun, ada beberapa tipe kendaraan robotik yang dirangkai lokal menggunakan teknologi impor yang dapat digunakan dalam operasi kali ini.

"Tugas utama robot dan para penyelam adalah menemukan lubang kebocoran. Namun belum dapat dipastikan apakah lokasi reruntuhan kapal yang tenggelam bisa dilihat dengan jelas," kata Gong dilansir SCMP.

Kapal tanker Sanchi yang tenggelam membawa 136.000 ton minyak mentah ultralight yang sangat mudah terbakar.

Kapal tersebut juga membawa 30 orang awak kapal asal Iran dan dua warga Bangladesh yang seluruhnya diperkirakan tidak selamat.

Kapal tanker itu tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal kargo Hongkong CF Crystal pada 6 Januari dan mulai terbakar.

Kementerian mengatakan, Sanchi terbenam pada kedalaman 115 meter di bawah permukaan air dan memantau pelepasan minyak yang meluas dari kapal tersebut.

Baca juga: Jenazah Ditemukan di Dekat Kapal Tanker yang Terbakar Setelah Tabrakan

Seorang pejabat dari Pusat Penyelamatan Shanghai mengatakan, kapal penyelamatan yang lebih besar akan dikirim untuk mendukung operasi menghentikan kebocoran.

Pemerintah China juga mengatakan menyambut jika ada pihak lain yang ingin memberikan bentuan dalam upaya pencarian dan penyelamatan tersebut.



Sumber SCMP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X