Kompas.com - 17/01/2018, 19:07 WIB
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin di hadapan mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Mesir. Musthafa Abd Rahman/KompasMenteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin di hadapan mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Mesir.
|
EditorErvan Hardoko

KAIRO, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia semakin komitmen mendukung Palestina, menyusul tindakan sepihak Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada awal Desember lalu. 

Dalam berbagai forum internasional, Pemerintah Indonesia selalu menegaskan keputusan tersebut harus ditolak dan dikecam secara keras.

Sikap penolakan ini adalah amanat konstitusi Indonesia untuk menciptakan perdamaian dunia yang hanya dapat dicapai jika Palestina memperoleh kemerdekaan, kedaulatan, dan martabatnya sebagai anggota masyarakat internasional yang setara.

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, menyampaikan hal tersebut dalam forum konferensi internasional untuk membela kota Al Quds al-Sharif (Yerusalem) yang diselenggarakan Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir pada Rabu dan Kamis (17-18/1/2018).

Baca juga : Presiden Palestina: Yerusalem Tidak untuk Dijual!

Konferensi internasional yang dihadiri delegasi berbagai negara, termasuk Indonesia, khusus digelar untuk memberi respon terhadap keputusan Presiden Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.   

"Dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina tidak pernah surut, bahkan semakin meningkat. Bukan hanya dalam bentuk dukungan politik, namun Indonesia akan terus tingkatkan dukungan peningkatan kapasitas dan dukungan kepada perekonomian Palestina," ujar Lukman Hakim.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bersama-sama dunia Islam, Indonesia juga siap berpartisipasi dalam memperkuat institusi keagamaan di Palestina, dalam kerangka kerja sama internasional. Melalui mimbar ini saya tegaskan, Palestina selalu ada dalam hati, bahkan dalam setiap helaan nafas warga Indonesia," lanjut Menteri Agama RI itu.

Menurut Lukman, keputusan Presiden Trump yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel telah melukai rasa keadilan umat manusia di saat dunia Islam sedang disibukkan dengan berbagai persoalan internal.

"Harapan akan kemerdekaan dijauhkan oleh keputusan yang sangat tidak berkeadilan ini. Keputusan tersebut memupuskan harapan terwujudnya proses perdamaian abadi yang dalam beberapa waktu belakangan ini memang sudah terhenti," papar Lukman.

"Lebih jauh lagi, pengakuan sepihak ini melanggar dan merongrong sejumlah resolusi Dewan Keamanan dan Sidang Umum PBB serta mendukung kegiatan ilegal yang dilakukan oleh Israel, yang melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia," lanjut pria yang menjabat menteri agama sejak 9 Juni 2014. 

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.