Kompas.com - 17/01/2018, 17:47 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara dalam konferensi diplomatik di Jerusalem, Kamis (7/12/2017). GALI TIBBON / AFPPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara dalam konferensi diplomatik di Jerusalem, Kamis (7/12/2017).
|
EditorArdi Priyatno Utomo

NEW DELHI, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yakin Amerika Serikat (AS) bakal memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem lebih cepat.

Pernyataan tersebut diungkapkannya di sela kunjungan resmi Netanyahu ke India Rabu (17/1/2018).

Sebelumnya, Presiden Donald Trump dalam pernyataan 6 Desember 2017, mengakui secara terbuka kedaulatan Israel dengan Yerusalem sebagai ibu kota.

Trump juga menyatakan bakal segera memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Pengakuan ini merupakan sebuah fakta penting untuk mencapai perdamaian," ujar Trump kala itu.

Baca juga : Jelang Kunjungan Netanyahu, India Beli 131 Rudal dari Israel

Namun, Menteri Luar Negeri Rex Tillerson Desember lalu menyatakan, paling cepat pemindahan kedubes bakal rampung dalam kurun waktu dua tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dewan Umum PBB kemudian menggelar rapat darurat pada 22 Desember 2017 untuk mendiskusikan pengakuan AS atas Yerusalem.

Hasilnya, 128 negara menolak pengakuan AS. Hanya sembilan negara, termasuk AS dan Israel, yang menyatakan dukungannya.

Dilansir dari kantor berita AFP, Netanyahu menyatakan pemindahan kedubes AS bakal terjadi lebih cepat dari perkiraan.

"Saya kira bakal terjadi hanya dalam kurun waktu setahun," kata politisi yang akrab dipanggil Bibi tersebut.

Akibat pengakuan Trump, AFP melaporkan tercatat 17 orang warga Palestina tewas akibat bentrok dengan tentara Israel.

Baca juga : Palestina Bakal Akui Israel Jika...

Palestina kemudian merespon pengakuan Trump dengan berencana menangguhkan pengakuannya atas Israel.

Dalam pertemuan di Ramallah Senin (15/1/2018), Palestina bakal mengakui Israel jika Israel juga mengakui Palestina sesuai dengan batas yang disepakati pada 1967.

Selain meliputi Jalur Gaza dan Tepi Barat, Israel harus mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Lebih lanjut, Netanyahu juga memuji langkah AS yang membekukan dana bantuan sebesar Rp 865 miliar kepada pengungsi Palestina.

The Times of Israel memberitakan, pada 2016, total sumbangan AS kepada badan PBB yang mengurusi pengungsi Palestina, UNRWA, mencapai 355 juta dolar AS, atau sekitar Rp 4,7 triliun.

"Dalam pandangan saya, dana tersebut lebih tepat diberikan kepada UNHCR yang memang mengurusi pengungsi daripada UNRWA," kata Netanyahu.

Baca juga : Trump Bekukan Sumbangan Rp 865 miliar untuk Rakyat Palestina



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X