Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/01/2018, 14:14 WIB
|
EditorVeronika Yasinta


SANTIAGO, KOMPAS.com - Paus Fransiskus melakukan lawatan ke Amerika Selatan pada pekan ini. Dia mengunjungi berbagai area perkampungan dan bakal bertemu dengan sejumlah presiden.

Tapi, sejak memegang pimpinan tertinggi umat Gereja Katolik Roma sedunia, paus bernama asli Jorge Mario Bergoglio ini belum pernah kembali ke negara asalnya, Argentina.

Menghadapi realita itu, puluhan ribu warga Argentina bepergian ke Chile untuk menemui Paus Fransiskus.

"Orang Argentina sering bertanya 'mengapa dia tidak ingin pulang'?" ujar Sonia Fonseca, seorang ibu rumah tangga yang datang ke Santiago untuk menemui Paus Fransiskus.

Baca juga : Aksi Protes Bakal Sambut Kunjungan Paus Fransiskus ke Chile

"Orang Argentina berperilaku buruk. Dia menghukum kita pastinya," kata seorang warga Argentina lainnya, Gilberto Madriago.

Kendati tidak berkunjung ke negara asalnya, paus berusia 81 tahun tahun itu mengirim pesan ucapan ke tanah kelahirannya.

Pesan tersebut disampaikan saat dia terbang pada Senin (15/1/2018) malam melewati Argentina menuju ke Chile. Namun, pesannya tidak diterima dengan baik oleh masyarakat di Argentina.

"Paus Fransiskus memulai kunjungannya ke Chile setelah mengirim pesan resmi ke warga Argentina," begitu tulis halaman depan surat kabar La Nacion.

Baca juga : Paus Fransiskus Khawatir Dunia di Ambang Perang Nuklir

"Paus Fransiskus terbang melewati Argentina dan mengirim pesan dingin," sebuah berita utama di harian terbesar di Argentina, Clarin.

Sebagian besar pengamat Vatikan mengaitkan keengganan paus untuk kembali ke rumahnya karena kegusarannya terhadap politik di Argentina.

Lawatannya akan melibatkan serangkaian kunjungan resmi, kesempatan berfoto, dan peluang proganda untuk pemerintahan yang berkuasa.

Sebelum menjadi paus, Jorge Mario Bergoglio sempat berselisih dengan pemimpin puncak Argentina ketika dia bertugas mengawasi gereja.

Baca juga : Traktir Warga Miskin Nonton Sirkus, Paus Fransiskus Dikecam

Dia menuduh pemerintahan mantan presiden Cristina Fernandez telah menghasut rakyat saat mengesahkan pernikahan sejenis.

Saat menjadi uskup agung, Paus Fransiskus juga bertikai dengan presiden saat ini Mauricio Macri. Kala itu, Macri masih menjadi wali kota Buenos Aires.

Pada 2009, Bergoglio geram ketika Macri memutuskan untuk tidak mengajukan banding ketika pasangan sejenis menggugat pemerintah kota karena tidak mengeluarkan surat nikah. Pasangan tersebut memenangkan gugatan.

Namun, Paus Fransiskus telah menerima Fernandez dan Macri di Vatikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.