Sejumlah Gadis Korban Penculikan Boko Haram Mengaku Tidak Ingin Pulang

Kompas.com - 17/01/2018, 10:00 WIB
Gambar dari video yang dirilis oleh Boko Haram menunjukkan sejumlah gadis Chibok yang menjadi korban penculikan kelompok tersebut. (The New York Times) Gambar dari video yang dirilis oleh Boko Haram menunjukkan sejumlah gadis Chibok yang menjadi korban penculikan kelompok tersebut. (The New York Times)
|
EditorVeronika Yasinta


ABUJA, KOMPAS.com — Kelompok militan Boko Haram di Nigeria merilis sebuah video yang menunjukkan pernyataan perempuan korban penculikan yang ingin tetap tinggal bersama penawan mereka dan tidak ingin pulang ke rumah.

Video yang dirilis pada Senin (15/1/2018) menayangkan pengakuan dari para perempuan yang diduga telah diculik pada 2014 dari sekolah di kota Chibok. Mereka terlihat mengenakan cadar.

"Kami adalah gadis dari Chibok. Kami adalah orang-orang yang kalian tangisi untuk kembali. Dengan kasih karunia Tuhan, kami tidak akan pernah kembali," kata salah satu gadis dalam video tersebut.

Namun, belum jelas apakah mereka sebenarnya berada di antara 300 orang yang diculik pada April 2014 oleh pejuang Boko Haram.

Baca juga: Nigeria Gelar Penuntutan Massal untuk 1.670 Tahanan Terkait Boko Haram

Para gadis di video itu mengaku, kelompok Boko Haram merawat mereka dengan baik dan mengucapkan terima kasih.

"Kami bahagia di sini, kami telah menemukan iman kami," katanya.

Pemimpin kunci di kelompok, Abubakar Shekau, juga tampak dalam video yang dipublikasikan oleh Sahara Reporters.

"Gadis-gadis Chibok telah diadopsi dan mengenali agama Tuhan," kata Shekau.

"Kami menangkap gadis Chibok saat mereka diajarkan pendidikan Barat. Mereka menyadari pendidikan Barat, peraturan, dan regulasinya yang Anda ajarkan kepada mereka merupakan hal buruk," ucapnya.

Baca juga: Boko Haram Serang Tim Eksplorasi Minyak, 50 Tewas

Boko Haram mengkritik pendidikan sekuler sejak kelompok tersebut mulai bergerilya. Kelompok itu juga mengecam keras korupsi pemerintah dan ketidaksetaraan sosial di Nigeria sebelah utara.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X