Sebanyak 1.800 Ulama Pakistan Haramkan Aksi Bom Bunuh Diri

Kompas.com - 16/01/2018, 17:08 WIB
Petugas mengevakuasi jemaat gereja Metodis. setelah serangan bom bunuh diri pada kebaktian Minggu di Quetta, Pakistan, pada Minggu (17/12/2017) Petugas mengevakuasi jemaat gereja Metodis. setelah serangan bom bunuh diri pada kebaktian Minggu di Quetta, Pakistan, pada Minggu (17/12/2017)
|
EditorErvan Hardoko

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Lebih dari 1.800 ulama Pakistan menerbitkan fatwa yang mengharamkan siapapun melakukan aksi bom bunuh diri.

Negeri Asia Selatan ini selama bertahun-tahun dikungkung aksi kekerasan yang dilakukan berbagai kelompok militan.

Kelompok-kelompok militan ini kerap menggunakan bom bunuh diri dalam aksi-aksinya yang banyak memakan korban jiwa.

Dalam upaya untuk melawan aksi teror yang sudah menewakan puluhan ribu orang sejak awal 2000-an, para ulama Pakistan akhirnya mengharamkan aksi bom bunuh diri.


Baca juga : ISIS Klaim Serangan Bom Bunuh Diri Gereja di Pakistan

"Fatwa ini memberikan dasar yang kuat untuk stabilitas sebuah masyarakat Islam moderat," kata Presiden Pakistan Mamnoon Hussain.

"Kami bisa mencari petunjuk dari fatwa ini untuk membangun narasi nasional untuk menghentikan terorisme sejalan dengan prinsip-prinsip kebaikan Islam," tambah Hussain.

Selama ini, pemerintah dan militer Pakitan dihujani kritik baik dari dalam maupun luar negeri karena dianggap membiarkan kelompok-kelompok radikal ini demi kepentingan politik.

Para pengkritik menyebut, pemerintah Pakistan sudah lama tidak berupaya menghentikan penyebaran ujaran kebencian yang tak jarang justru disampaikan di rumah-rumah ibadah.

Namun, berulang kali pula pemerintah Pakistan membantah tuduhan bahwa mereka bekerja sama dengan kelompok radikal di Afganistan dan India.

Pemerintah Pakistan bahkan menegaskan, telah mencapai banyak kemajuan dalam satu dekade terakhir dalam menghadapi kelompok militan seperti Taliban.

Baca juga : Bom Bunuh Diri Meledak di Balochistan, 18 Tewas, Puluhan Luka-luka

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X