Kompas.com - 16/01/2018, 15:47 WIB
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, ketika berpidato di pembukaan rapat untuk membahas sikap Palestina terkait pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel Senin (15/1/2018). Issam Rimawi/AnadoluPresiden Palestina, Mahmoud Abbas, ketika berpidato di pembukaan rapat untuk membahas sikap Palestina terkait pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel Senin (15/1/2018).
|
EditorArdi Priyatno Utomo

RAMALLAH, KOMPAS.com - Palestina dilaporkan menggelar pertemuan untuk membahas masa depan proses negosiasi perdamaian mereka dengan Israel.

Rapat yang digelar sejak Senin (15/1/2018) itu bakal memutuskan untuk meninjau kembali pengakuan mereka terhadap Israel.

Palestina bakal mengakui Israel jika pemerintahan Benjamin Netanyahu itu juga mengakui Negara Palestina sesuai dengan batas yang disepakati pada 1967.

Dalam batas tersebut, selain mengakui wilayah Palestina meliputi Tepi Barat dan Jalur Gaza, Israel juga harus mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Baca juga : Palestina Catat 1.000 Pelanggaran terhadap Masjid dan Gereja di 2017

Selain tidak akan mengakui Israel, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) juga menyatakan Perjanjian Oslo yang ditandatangani pada 1993 dan 1995 sudah tidak mengikat mereka lagi.

Diberitakan Al Jazeera Selasa (16/1/2018), keputusan itu dibuat pasca-pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Israel dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya (6/12/2017).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat itu, Trump berkata bahwa pengakuan hanya satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian antara Israel dan Palestina.

Dalam pidato pembukaan, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam perkataan Trump.

Dalam pandangannya, solusi yang diberikan Trump dengan mengakui Yerusalem hanya menjadi tamparan telak negaranya.

"Sudah saatnya kita berkata 'Tidak' kepada Trump dan proposal perdamaiannya," tegas Abbas dilansir dari kantor berita Palestina Wafa.

Abbas kemudian menyatakan bakal menolak proposal perdamaian AS, dan bakal meminta bantuan PBB.

Selain itu, Dewan Pusat, lembaga pembuat kebijakan tertinggi setelah PLO, berniat untuk memutus hubungan keamanan dalam berbagai bentuk dengan Israel.

"Kami juga menyerukan kepada seluruh negara Arab agar memutuskan hubungan dengan negara yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel," kata dewan pusat dalam keterangannya.

Baca juga : Militer Israel Disebut Bunuh 8 Warga Sipil Palestina Tak Bersenjata

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.