Kompas.com - 16/01/2018, 14:35 WIB
|
EditorVeronika Yasinta


WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mayoritas anggota Partai Republik mengaku puas dengan pencapaian Amerika Serikat di bawah kendali presiden Donald Trump.

Dalam sebuah survei yang dirilis oleh Galup, Senin (15/1/2018), angka kepuasan tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2007.

Survei tersebut menunjukkan sebanyak 61 persen anggota Partai Republik puas dengan berbagai hal yang telah dicapai oleh pemerintah.

Sementara itu, hanya enam persen anggota Partai Demokrat dan 7 persen dari independen yang berpendapat sama.

Baca juga : Trump Terancam Digugat Partainya Sendiri, Partai Republik

Berdasarkan data dari jumlah sampel anggota Partai Republik dalam survei yang digelar pada 2-7 Januari 2018, satu dari empat orang menyatakan sangat puas dengan pencapaian negara saat ini.

Sebanyak 23 persen anggota Partai Republik justru mengaku tidak puas dan 15 persen lainnya menyatakan sangat tidak puas.

Angka tersebut juga memperlihatkan penurunan kepuasan anggota Partai Demokrat sejak pelantikan Trump.

Faktor kunci dalam peningkatan kepuasan dari Partai Republik berasal dari kebijakan reformasi pajak Trump yang lolos di Kongres. Di sisi lain, program kesehatan dan imigrasi dinilai justru mengecewakan.

Baca juga : Partai Republik AS Dipastikan Kembali Berjaya

Secara nasional, 29 persen penduduk AS menyatakan puas dengan pencapaian pemerintah, dan 69 persen mengaku tidak puas.

Pada akhir tahun lalu, Galup juga pernah merilis tokoh yang paling digemari oleh masyarakat berdasarkan jajak pendapat.

Hasilnya, Barack Obama dan Hillary Clinton sebagai pria dan perempuan paling dikagumi di Amerika Serikat.

Sebanyak 17 persen rakyat AS menyebut Obama sebagai pria yang paling mereka kagumi, sementara posisi kedua ditempat Trump dengan raihan 14 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.