Kompas.com - 16/01/2018, 09:04 WIB
Kelompok orkestra Korea Utara beraksi pada acara peringatan 60 tahun kemenangan dalam Perang Pembebasan Tanah Air di  Ryugyong Jong Ju Yong di Pyongyang, 28 Juli 2013. (AFP/Ed Jones) Kelompok orkestra Korea Utara beraksi pada acara peringatan 60 tahun kemenangan dalam Perang Pembebasan Tanah Air di Ryugyong Jong Ju Yong di Pyongyang, 28 Juli 2013. (AFP/Ed Jones)
|
EditorVeronika Yasinta


SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara menyetujui pengiriman 140 anggota orkestra ke Korea Selatan pada perhelatan Olimpiade Musim Dingin 2018 pada bulan depan.

Dilansir dari Yonhap, grup orkestra itu akan mengadakan konser Seoul, salah satu kota penyelenggara Olimpiade.

Orkestra Samjiyon asal Korea Utara juga bersedia tampil Gangneung, setelah kementerian unifikasi Korea Selatan melakukan pembicaraan rencana pengiriman kelompok seni.

Gangneung menjadi tuan rumah pertandingan olahraga es selama Olimpiade Musim Dingin 2018.

Baca juga : Kim Jong Un Ingin Tampilkan Girlband Korut di Olimpiade Musim Dingin

"Kedua belah pihak berencana untuk membahas rincian termasuk kondisi panggung. Korea Utara akan mengirim tim lebih awal," kata kementerian dalam sebuah pernyataan bersama.

Korea Utara juga telah meminta penggunaan rute darat melintasi perbatasan di desa Panmunjom untuk mengirim anggota orkestra.

Korea Selatan menyetujuinya dan menjamin keamanan serta kenyamanan perjalanan kelompok seni tersebut.

Pertunjukan seni antara Korea Utara dan Korea Selatan akan menjadi yang pertama sejak 2002. Saat itu, Pyongyang mengirimkan 30 penyanyi dan penari dari beberapa kelompok musik ke Seoul.

Baca juga : Perdagangan China-Korea Utara Menurun Tajam Sepanjang 2017

Pertemuan pada Senin (15/1/2018) merupakan tindak lanjut dari perundingan tingkat tinggi pada pekan lalu.

Dalam pertemuan resmi tersebut, Korea Utara menyatakan akan mengirim delegasi atlet, pejabat tinggi, kelompok seni, dan lainnya, ke Olimpiade Pyeongchang pada 9-25 Februasi 2018 di Korea Selatan.

Langkah tersebut dilakukan saat pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menawarkan pendekatan langka dengan Seoul dalam pidato Tahun Baru, setelah serangkaian uji coba nuklir dan rudal.



Sumber Yonhap
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X