Israel Bakal Bangun Tembok Bawah Tanah untuk Tangkal Terowongan Hamas

Kompas.com - 15/01/2018, 16:35 WIB
Tentara penjaga perbatasan Israel berjaga saat terjadinya aksi demonstrasi di Yerusalem Timur, Desember 2017.Ahmad Gharabli / AFP Tentara penjaga perbatasan Israel berjaga saat terjadinya aksi demonstrasi di Yerusalem Timur, Desember 2017.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Israel telah kembali meruntuhkan terowongan bawah tanah yang diyakini milik Hamas.

Israel pada Sabtu (13/1/2018) lalu kembali menghancurkan terowongan yang membentang dari Jalur Gaza masuk ke dalam wilayahnya dan berlanjut hingga Mesir.

Juru bicara militer Israel Jonathan Conricus mengatakan, terowongan tersebut diyakini akan digunakan untuk melancarkan serangan dan bukan sekadar penyelundupan.

Conricus mengatakan, pihaknya tidak memperhatikan jumlah korban yang timbul dari serangan ke terowongan yang masih dalam tahap pengerjaan itu.

Baca juga: Israel Kembali Lancarkan Serangan Udara kepada Hamas di Gaza

Terowongan bermula dari timur kota Rafah di Jalur Gaza, melewati wilayah Israel sepanjang 180 meter dan berlanjut hingga Mesir. Titik keluar terowongan belum dapat dipastikan.

Dalam melancarkan serangan kali ini, militer Israel juga telah berkoordinasi dengan Mesir.

Terowongan yang dihancurkan akhir pekan lalu menjadi yang ketiga sejak akhir Oktober lalu oleh Israel.

Sebelumnya pada 30 Oktober 2017 lalu, operasi militer Israal telah menghancurkan terowongan milik militan Islam yang menewaskan 12 anggota militer Palestina.

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengatakan, menghancurkan jaringan terowongan yang mengancam mereka merupakan bagian penting dalam kebijakan untuk secara sistematis menghancurkan kemampuan strategis Hamas.

"Pesan kepada pemimpin Gaza dan penduduknya sangat jelas. Berinvestasilah pada mempertahankan hidup bukan terowongan untuk kuburan," kata Lieberman.

Israel mengklaim telah menemukan cara baru dalam menemukan dan mengidentifikasi terowongan bawah tanah, kemudian menghancurkannya.

Israel juga berencana membangun tembok di bawah tanah di sekitar jalur Gaza untuk mencegah terowongan-terowongan bawah tanah yang memasuki wilayah mereka.

Baca juga: Serangan Militer Israel Hancurkan Terowongan Hamas di Jalur Gaza

Conricus mengatakan, Israel berusaha mempertahankan kedaulatannya dengan menghancurkan terowongan dan bukan untuk meningkatkan ketegangan.

Seperti diketahui, tensi antara Palestina dengan Israel kembali memanas setelah pengakuan Presiden AS Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.



EditorAgni Vidya Perdana
SumberAFP

Terkini Lainnya

Kisah Pengembangan dan Kiprah Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Kisah Pengembangan dan Kiprah Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Internasional
Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Internasional
Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Internasional
Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

Internasional
YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

Internasional
PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

Internasional
Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Internasional
Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Internasional
Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Internasional
Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Internasional
Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Internasional
Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Internasional
Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Internasional
Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Internasional

Close Ads X