Kompas.com - 15/01/2018, 05:05 WIB
Ilustrasi siswi berhijab di sekolah. Getty Images/iStockphotoIlustrasi siswi berhijab di sekolah.
|
EditorAgni Vidya Perdana

LONDON, KOMPAS.com - Sebuah sekolah dasar unggulan di Inggris mengeluarkan aturan yang melarang siswi di bawah usia delapan tahun mengenakan hijab.

Sekolah dasar St Stephen di timur kota London, di pinggiran Newham ini juga melarang murid-muridnya di usia delapan dan sembilan tahun untuk berpuasa selama jam sekolah.

Sejumlah orang tua siswa pun merasa keberatan dengan aturan yang melarang anak mereka berpuasa. Namun sekolah menyebut hanya membatasi dan bukan melarang.

"Kami tidak melarang puasa sepenuhnya, tapi kami menyarankan pada siswa untuk berpuasa saat hari libur sekolah atau akhir pekan dan tidak saat di sekolah," kata Ketua Dewan Sekolah Arif Qawi.

Baca juga: Universitas Amerika di Mesir Cabut Larangan Cadar di Kampus

"Kami bertanggung jawab terhadap kesehatan dan keselamatan mereka seandainya mereka pingsan saat di sekolah. Hal itu menjadi tidak adil untuk pihak sekolah," tambahnya.

Sekolah menyebut sejumlah siswa Muslim mereka telah mulai berpuasa ketika mereka masih berusia delapan tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara beberapa ulama menyarankan agar anak mulai belajar berpuasa saat mereka telah meranjak remaja.

"Kami hanya melihatnya sebagai hal yang kurang tepat dan itu wajar," tambahnya dilansir dari Arab News.

Menurut Qawi, pemerintah seharusnya mengambil tindakan dalam permasalahan ini dan memberi tahu semua sekolah cara yang seharusnya.

"Hal yang sama dengan hijab. Seharusnya itu tidak menjadi keputusan kami. Tidak adil bagi guru dan juga pemerintah. Kami tidak mendapat bayaran, kenapa kami yang harus mendapat balasan,"

Namun pernyataan dari Departemen Pendidikan justru bertolak belakang. Mereka menyampaikan, persoalan seragam dan juga ibadah di bulan Ramadan sepenuhnya menjadi wewenang sekolah.

Baca juga: Pemerintah Norwegia Gagas Larangan Burka di SD hingga Universitas

"Hal itu menjadi urusan masing-masing sekolah untuk memutuskan bagaimana mereka mengakomodasi siswa mereka selama bulan Ramadan."

"Begitu pula terkait kebijakan seragam. Kami telah memberikan panduan yang jelas terkait hal ini dan membantu sekolah memahami tugas mereka di bawah Undang-undang Kesetaraan," kata juru bicara Departemen Pendidikan.



Sumber Arab News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.