Kompas.com - 14/01/2018, 21:47 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

BEIJING, KOMPAS.com - Kapal tanker milik Iran yang terbakar usai bertabrakan dengan kapal kargo Hong Kong di perairan China pada Sabtu (6/1/2018) akhirnya tenggelam, Minggu (14/1/2018). Api membakar habis badan kapal sebelum akhirnya tenggelam.

Seorang pejabat Iran mengatakan, besarnya api yang membakar badan kapal dikhawatirkan tidak memberi peluang adanya korban selamat.

Kapal tanker berbendera Iran yang terbakar terdaftar dengan nama Sanchi itu membawa 32 awak kapal dan mengangkut 136.000 ton minyak mentah ringan dari Iran.

Kebakaran di kapal tersebut terjadi setelah bertabrakan dengan kapal kargo CF Crystal yang terdaftar di Hong Kong, pada tanggal 6 Januari 2018.

Baca juga: Kapal Tanker & Kargo Tabrakan di Pantai Timur China, 32 ABK Hilang

Api yang membakar kapal semakin membesar pada tengah hari hingga menimbulkan asap yang membumbung tinggi hingga 1.000 meter. Dilaporkan Badan Kelautan Negara China, kapal tersebut akhirnya tenggelam.

"Tidak ada harapan bisa ditemukan korban selamat dalam insiden ini," kata Mohammad Rastad, juru bicara tim penyelamat Iran yang dikirim ke Shanghai dikutip AFP.

Rastad mengatakan, informasi dari anggota kru kapal kargo Crystal menyebut kemungkinan besar seluruh kru kapal tanker Sanchi sudah tewas satu jam setelah tabrakan karena ledakan dan juga keracunan gas.

"Terlepas dari usaha kami, tidak mungkin memadamkan api dan menemukan jenazah kru kapal akibat ledakan yang terus terjadi dan juga kebocoran gas," katanya.

Kapal tanker Sanchi sedang dalam perjalanan menuju ke Korea Selatan untuk mengirimkan minyak mentah.

Para awak kapal kebanyakan warga Iran dan dua warga Bangladesh. Hingga kini baru tiga jenazah yang telah ditemukan.

Baca juga: Jenazah Ditemukan di Dekat Kapal Tanker yang Terbakar Setelah Tabrakan

Laporan dari Kementerian Transportasi China menyebutkan pada Sabtu (13/1/2018) kotak hitam kapal telah ditemukan. Namun tidak dijelaskan bagaimana benda tersebut bisa diambil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.