Kisah Bayi Prematur Terkecil di India Berjuang untuk Hidup - Kompas.com

Kisah Bayi Prematur Terkecil di India Berjuang untuk Hidup

Kompas.com - 13/01/2018, 20:11 WIB
Bayi bernama Manushi. (Daily Mail) Bayi bernama Manushi. (Daily Mail)

NEW DELHI, KOMPAS.com - Salah satu bayi terkecil di dunia yang pernah bertahan beratnya sama dengan sebatang coklat.

Manushi, yang lahir 12 minggu lebih awal, beratnya hanya 300 gram atau sama dengan coklat besar. Dalam sejumlah gambar, nampak kakinya seukuran seukuran ibu jari ayahnya.

Anak termuda dari pasangan di Rajasthan, India, memiliki panjang 21,8 cm dan dianggap bayi terkecil yang pernah lahir di Asia.

Manushi lahir dengan kondisi tidak bernafas, kulit setipis kertas dan organ yang kurang berkembang, ternyata sempat dirawat di rumah sakit selama enam bulan. Namun, hingga keluar dari rumah sakit, dia hanya berbobot 2,3 kg.

Baca juga : Demi Anak, Pria di India Bangun Jalan dengan Kapak dan Linggis

Meskipun hanya punya kesempatan 0,5 persen untuk bertahan hidup tanpa kerusakan otak, dokter mengatakan Manushi tampak normal secara intelektual.

Ibu Manushi, Seeta (48) dan ayahnya, Giriraj (50) mengatakan bayi mereka baru saja melawan semua kemungkinan, tapi dia berhasil melakukannya.

"Dia baru saja berjuang melawan segala kemungkinan, tapi dia berhasil," katanya.

Seeta menderita tekanan darah tinggi yang berbahaya selama kehamilannya, dengan pemeriksaan yang menunjukkan tidak adanya aliran darah ke janin.

Dia menjalani operasi darurat pada 15 Juni 2017, hanya 28 minggu usia kehamilannya.

Baca juga : Sapi Masuk ke Bandara di India, Dua Penerbangan Terpaksa Dialihkan

Setelah kelahirannya, Manushi segera dimasukkan ke ventilator dan dipindahkan ke JIVanta Children Hospital NICU.

Dokter rumah sakit, Janged mengatakan ketika bayi itu lahir, petugas medis tidak yakin akan apa yang akan terjadi.

"Dia sedang berjuang untuk bernapas, jadi segera pasang alat bantu pernapasan untuk memperluas paru-parunya yang kecil dan belum matang," ucapnya.

"Dia tidak bisa diberi makan secukupnya karena ususnya belum cukup kuat," katanya.

Baca juga : Macan Tutul Teror Kota di India dengan Bunuh 2 Bocah

Dalam beberapa hari pertama kehidupan Manushi, dia kehilangan berat badan. Namun, setelah 7 minggu bertahan, dia bisa mulai minum susu.

Manushi juga menjalani transfusi darah dan alat bantu pernapasan untuk sementara dimatikan karena menyebabkannya dia menahan napas saat tidurnya.


EditorVeronika Yasinta

Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X