Kompas.com - 13/01/2018, 17:00 WIB
|
EditorVeronika Yasinta

ANKARA, KOMPAS.com - PemerintahTurki telah memperingatkan warganya untuk meninjau kembali rencana perjalanan mereka ke Amerika Serikat atau untuk berhati-hati jika mereka tetap melanjutkan perjalanan.

Pada Jumat (12/1/2018), kementerian luar negeri Turki menyebutkan risiko serangan teroris dan juga penangkapan sewenang-wenang di sekutu Barat Turki.

"Dalam pengamatan, ada peningkatan dalam serangan teroris dan kekerasan di AS," kata kementerian luar negeri, merujuk pada beberapa insiden mematikan selama beberapa bulan terakhir.

"Serangan oleh kendaraan terhadap kerumunan orang, serangan bom dan senjata, kemungkinan akan terus menargetkan pusat kota, acara budaya, stasiun kereta bawah tanah, bangunan negara, tempat ibadah dan kampus sekolah," tambahnya.

Baca juga : Di Turki, Penyiksa Binatang Bisa Dipenjara hingga 4,5 Tahun

Pernyataan itu juga mencantumkan risiko penangkapan sewenang-wenang bagi warga Turki yang bepergian ke AS.

Kementerian tersebut menyebutkan insiden baru-baru ini termasuk serangan di kampus Universitas Ohio, Bandara Fort Lauderdale-Hollywood, Masjid Dar Al-Farooq di Minnesota dan sebuah gereja di Texas.

Selain itu, serangan bom bawah tanah di kota New York pada Desember 2017 menjadi contoh insiden yang mengarah ke rasis.

Kementerian tersebut juga memperingatkan dugaan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga Turki, termasuk pegawai negeri yang bepergian ke AS untuk tugas resmi.

Baca juga : Sebut Anak 9 Tahun Boleh Menikah, Badan Urusan Agama Turki Dikecam

Langkah tersebut dilakukan setelah AS mengumumkan imbauan perjalanan baru pada Rabu lalu dan menyebutkan Turki sebagai negara dengan risiko keamanan yang meningkat bersama dengan Sudan, Pakistan dan Guatemala.

Secara terpisah, Turki memanggil diplomat senior AS Philip Kosnett ke Kementerian Luar Negeri di Ankara pada Kamis (11/1/2018) atas dukungan AS untuk pejuang Kurdi Suriah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Al Jazeera


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.