Kompas.com - 13/01/2018, 14:04 WIB
|
EditorVeronika Yasinta

BEIJING, KOMPAS.com - Perdagangan antara China dengan Korea Utara mengalami penurunan yang tajam sepanjang tahun lalu.

CNBC melaporkan juru bicara administrasi umum kepabeanan, Huang Songping, pada Jumat (12/1/2018) menyatakan perdagangan kedua negara tersebut menurun 10,5 persen dibandingkan dengan 2016.

Sementara, selama Desember 2017, perubahan terlihat lebih menonjol. Keseluruhan perdagangan China - Korea Utara menurun hingga 50,6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2016.

Baca juga : Dokter di China Minta Tambahan Biaya dari Pasien yang Tengah Dibedah

Pada Desember 2017, impor China dari Korea Utara merosot 81,6 persen dari setahun sebelumnya menjadi 54,34 juta dolar Amerika Serikat atau Rp 725,8 miliar. Angka tersebut merupakan terendah dalam empat tahun terakhir.

Ekspor China ke negara pimpinan Kim Jong Un juga turun hingga 23,4 persen menjadi 260 juta dolar AS atau Rp 3,4 triliun.

Data yang dirilis kemarin seakan mencerminkan hubungan yang dingin antara Beijing dan Pyongyang. China memegang peran sebagai mitra dagang terbesar dan sumber bantuan utama Korea Utara, sehingga memiliki pengaruh besar.

Baca juga : Ini Konsekuensinya Jika Dituduh Jadi Penyihir di China

Namun, hubungan bilateral kedua negara telah melemah sejak Korea Utara mulai menguji coba senjata nuklir pada 2006. Sementara, China telah bergabung dengan kelompok masyarakat internasional dalam mendukung sanksi PBB terhadap Korea Utara.

Baru-baru ini, di bawah tekanan berat dari Amerika Serikat, negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu mulai menekan Korea Utara.

China telah melarang pemilik dana dalam negeri untuk melakukan bisnis dengan klien Korea Utara, dan menghentikan ekspor tertentu sesuai dengan sanksi internasional.

Baca juga : Diduga Tertekan di Sekolah, Seorang Remaja di China Coba Bunuh Diri

Sekretaris pers Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan administrasi pemerintahan presiden Donald Trump menyambut baik penurunan perdagangan antara China dan Korea Utara.

"Ini mendukung ipaya global yang dipimpin AS untuk menerapkan tekanan maksimum sampai Korea Utara mengakhiri program terlarangnya," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.