Kompas.com - 13/01/2018, 10:52 WIB
|
EditorVeronika Yasinta

KATHMANDU, KOMPAS.com - Tradisi kontroversial membuat seorang perempuan di desa terpencil di Nepal meninggal dunia. Perempuan yang sedang menstruasi itu diminta untuk tidur di lumbung, di luar rumah.

Dilansir dari The Guardian, Jumat (12/1/2018), padahal temperatur udara di Nepal bisa mencapai di bawah nol derajat Celsius pada periode musim dingin. Namun, para perempuan tetap dipaksa untuk tidur di lumbung yang biasanya tidak layak dan tanpa penghangat.

Pemerintah administrasi setempat, Tul Bahadur Kawcha menyatakan perempuan berusia 21 tahun itu diyakini telah tewas akibat menghirup asap terlalu banyak, saat berusaha menghangatkan diri dengan menyalakan api.

Baca juga : Cerita Nafal Jelajahi 7 Negara Sebelum Meninggal di Perbatasan India-Nepal

Tradisi di wilayah itu mewajibkan perempuan yang sedang menstruasi untuk tidur di luar. Tradisi dilakukan karena rasa takut akan membuat marah para dewa atau mencemari rumah, jika mereka tetap berada di dalam rumah.

Perempuan yang sudah menikah biasanya tinggal di luar hanya beberapa hari, namun yang lain tetap diusir sampai seminggu.

Kawcha mengatakan praktik tradisi yang mengucilkan perempuan menstruasi masih umum terjadi di desa-desa terpencil.

Baca juga : Hampir 70 Orang Tewas dan Puluhan Orang Hilang di Nepal dan India

Kematian Dambara Upadhyay (21) pada November 2016 telah membuat pemerintah mengambil tindakan keras dengan mengeluarkan undang-undang yang dapat menghukum orang yang masih menerapkan kebiasan itu.

Pelaku dapat dikenakan hukuman tiga bulan penjara atau denda sebesar 3.000 rupee Nepal atau Rp 392.000. Namun, UU baru berlaku pada Agustus 2018.

Dambara ditemukan oleh saudara iparnya dengan kondisi darah keluar dari hidungnya. Meskipun polisi setempat mengatakan kemungkinan dia terkena serangan jantung, laporan awal post-mortem tidak dapat menentukan penyebab kematian.

Kematian lainnya disebabkan oleh serangan hewan liar, namun penyebab paling umum adalah menghirup asap dari api yang dinyalakan untuk menghangatkan diri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.