Trump Bantah Ucapkan Komentar Rasis terhadap Haiti dan Afrika - Kompas.com

Trump Bantah Ucapkan Komentar Rasis terhadap Haiti dan Afrika

Kompas.com - 12/01/2018, 21:36 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania menaiki Air Force One saat mereka berangkat menuju Seoul, di Pangkalan Angkatan Udara Amerika Serikat Yokota berlokasi di Fussa, pinggiran kota Tokyo, Jepang, Selasa (7/11/2017).ANTARA FOTO/REUTERS/TORU HANAI Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania menaiki Air Force One saat mereka berangkat menuju Seoul, di Pangkalan Angkatan Udara Amerika Serikat Yokota berlokasi di Fussa, pinggiran kota Tokyo, Jepang, Selasa (7/11/2017).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Dunia seolah dikejutkan dengan pemberitaan yang menyebut Presiden AS Donald Trump mengucapkan kata kasar yang ditujukannya untuk menyebut negara-negara asal imigran.

Pernyataan yang merendahkan negara-negara lain itu disebut dikatakan Trump saat pertemuan dengan sejumlah anggota parlemen pada Kamis (11/1/2018).

Banyak pihak yang mengecam Trump dan menuduhnya telah bersikap rasis.

Namun kemudian, melalui akun Twitter-nya, Trump membantah telah mengeluarkan ucapan kasar tersebut.

"Tidak pernah mengatakan apa pun yang menghina orang Haiti, selain Haiti yang sebenarnya, sebuah negara yang sangat miskin dan bermasalah," tulis Trump dalam akun media sosialnya, Jumat (12/1/2018).

"Tidak pernah mengatakan 'bawa mereka keluar'. Dibuat-buat oleh para Demokrat. Saya punya hubungan yang baik dengan orang-orang Haiti. Barangkali perlu untuk merekam pertemuan berikutnya. Sangat disayangkan, tidak ada kepercayaan," tambahnya.

Baca juga: Trump Sebut Haiti dan Afrika Wilayah Busuk

Sehari sebelumnya, Trump menggelar pertemuan dengan sejumlah anggota parlemen membahas program Tindakan Tangguhan untuk Kedatangan Anak (DACA) yang melindungi sekitar 800.000 imigran anak ke AS dari ancaman deportasi.

Pertemuan itu membahas kelanjutan program DACA namun akan menghentikan lotre visa dan kebijakan yang mengizinkan imigran legal membawa serta anggota keluarga ke AS.

"Saya menginginkan sistem berbasis imigrasi dan orang-orang akan membantu membawa negara kita ke tingkat selanjutnya," tulis Trump.


"Saya menginginkan keamanan dan perlindungan bagi warga kita," kata Trump mengacu pada kritikan terhadap pengajuan kesepakatan biparsial.

"AS akan dipaksa menerima sejumlah besar orang dari negara dengan tingkat kriminalitas yang tinggi dan itu bukan hal yang baik," tulis Trump lagi.

Memang tidak ada rekaman yang menunjukkan Trump benar-benar menyampaikan komentar keras tersebut.

Pernyataan Trump sebelumnya menyebar luas setelah diberitakan media, mengutip dari pengakuan salah seorang anggota parlemen yang turut hadir dalam pertemuan. Namun sumber itu juga tidak bersedia disebutkan namanya.

Baca juga: Bagaimana Media di Dunia Menerjemahkan Umpatan Trump?


EditorAgni Vidya Perdana
SumberAFP,CNN

Terkini Lainnya

Joko Driyono Diperiksa 20 Jam sebagai Tersangka Perusakan Barang Bukti

Joko Driyono Diperiksa 20 Jam sebagai Tersangka Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Citarum Harum yang Dianggap Tak Maksimal..

Citarum Harum yang Dianggap Tak Maksimal..

Megapolitan
Teka Teki Kasus Penganiayaan Pegawai KPK yang Mulai Terkuak..

Teka Teki Kasus Penganiayaan Pegawai KPK yang Mulai Terkuak..

Megapolitan
Debat Kedua, Para Capres Dinilai Sudah Mulai Bahas Hal Konseptual

Debat Kedua, Para Capres Dinilai Sudah Mulai Bahas Hal Konseptual

Nasional
Jokowi: Debat Kok Dilaporkan, Enggak Usah Debat Saja...

Jokowi: Debat Kok Dilaporkan, Enggak Usah Debat Saja...

Nasional
Guru Honorer di Depok Keluhkan Gaji yang Terlambat

Guru Honorer di Depok Keluhkan Gaji yang Terlambat

Megapolitan
Teriakan Pendukung dalam Debat Dinilai Bisa Intimidasi Kandidat

Teriakan Pendukung dalam Debat Dinilai Bisa Intimidasi Kandidat

Nasional
Warga Inggris yang Tampar Petugas Imigrasi Bali Mengaku Disiksa di Penjara

Warga Inggris yang Tampar Petugas Imigrasi Bali Mengaku Disiksa di Penjara

Internasional
Menikmati Pemandangan Pulau Lembeh, Benteng Kota Bitung

Menikmati Pemandangan Pulau Lembeh, Benteng Kota Bitung

Regional
Wisata Religi dan Budaya di Bitung, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang

Wisata Religi dan Budaya di Bitung, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang

Regional
[Populer Megapolitan] Kebakaran di Rumah Ketua DPR RI | Sekda Papua Tersangka Penganiayaan Pegawai KPK | Bus Transjakarta Terbakar

[Populer Megapolitan] Kebakaran di Rumah Ketua DPR RI | Sekda Papua Tersangka Penganiayaan Pegawai KPK | Bus Transjakarta Terbakar

Megapolitan
Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Internasional
TNI AL Kembali Tangkap Kapal Vietnam yang Curi Ikan di Laut Natuna

TNI AL Kembali Tangkap Kapal Vietnam yang Curi Ikan di Laut Natuna

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jokowi Kunjungi Nelayan Tengah Malam | Kata Sandi Soal Lahan Milik Prabowo

[POPULER NUSANTARA] Jokowi Kunjungi Nelayan Tengah Malam | Kata Sandi Soal Lahan Milik Prabowo

Regional
BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

Megapolitan

Close Ads X