Korut Dilaporkan Bangun Terowongan untuk Uji Coba Nuklir - Kompas.com

Korut Dilaporkan Bangun Terowongan untuk Uji Coba Nuklir

Kompas.com - 12/01/2018, 10:50 WIB
Warga Korea Selatan menonton berita yang menyampaikan kabar uji coba nuklir Korea Utara. Langkah Korea Utara ini langsung mendapat kecaman sejumlah negara dan menganggap negeri komunis itu melakukan provokasi.Kim Jae-Hwan / AFP Warga Korea Selatan menonton berita yang menyampaikan kabar uji coba nuklir Korea Utara. Langkah Korea Utara ini langsung mendapat kecaman sejumlah negara dan menganggap negeri komunis itu melakukan provokasi.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Sebuah situs think-tank Amerika Serikat (AS) melansir kabar bahwa Korea Utara ( Korut) tengah membangun sebuah terowongan.

Terowongan tersebut dibangun di sekitar kawasan situs uji coba nuklir Punggye-ri. Diduga, pembangunan tersebut berkaitan dengan uji coba nuklir Korut selanjutnya.

38North, dilansir dari AFP Jumat (12/1/2018) menyatakan, dari citra satelit terpampang aktivitas di Punggye-ri.

Baca juga : Korut Takut jika Perang dengan AS Meletus

38North mengabarkan, sejumlah pekerja terlihat di citra satelit bersama sejumlah alat berat untuk menambang mulai melakukan kegiatan pengerukan di sisi barat.

"Aktivitas tersebut menunjukkan Korut masih melanjutkan usaha untuk memastikan situs Punggye-ri bisa digunakan untuk uji coba nuklir," demikian reportase 38North.

Citra satelit tersebut, kata 38North, diambil Desember 2017. Atau sebelum pemimpin Korut, Kim Jong Un, berpidato tentang ajakan membangun dialog dengan Korea Selatan (Korsel) saat Tahun Baru (1/1/2018).

38North melanjutkan, lima dari enam kali uji coba nuklir yang dilakukan Korut terletak Terowongan Utara di Punggye-ri yang berada di bawa Gunung Mantap.

Pasca-uji coba terakhir 3 September 2017, di mana Korut mengklaim mencoba termonuklir yang diklaim sebagai bom terkuat, Punggye-ri mulai mengalami serangkaian gempa.

Oleh sejumlah pakar geologi, seringnya gempa di Punggye-ri disebabkan kawasan di sana mulai mengalami fenomena "Sindrom Gunung Lelah".

Sindrom tersebut merupakan efek dari seringnya kawasan itu menjadi lokasi percobaan nuklir. Akibatnya, batuan di sana menjadi rapuh, dan tanah menjadi sering longsor.

Baca juga : Sejumlah Ilmuwan Yakin Korut Bisa Bangun 60 Senjata Nuklir


EditorArdi Priyatno Utomo
SumberAFP
Komentar

Close Ads X