Trump Sebut Haiti dan Afrika "Wilayah Busuk" - Kompas.com

Trump Sebut Haiti dan Afrika "Wilayah Busuk"

Kompas.com - 12/01/2018, 08:44 WIB
Presiden AS Donald Trump.Nicholas Kamm / AFP Presiden AS Donald Trump.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan melakukan pelecehan kepada negara yang selama ini dianggap imigran di "Negeri Paman Sam".

Pernyataan tersebut diungkapkan ketika Trump berdialog dengan sejumlah anggota Kongres, Kamis (11/1/2018).

Dilaporkan The Washington Post, sumber di Gedung Putih mengemukakan, saat itu senator Demokrat, Richard Durbin, berkata, Kongres bisa menghapus sistem "visa lotre".

Visa lotre adalah pemberian status warga permanen AS berdasarkan Undang-Undang Imigrasi 1990.

Baca juga: Trump: Saya Mungkin Punya Hubungan Baik dengan Kim Jong Un

Setiap tahun, Departemen Imigrasi bakal menyeleksi orang-orang yang berasal dari negara dengan tingkat imigrasi terendah untuk menerima status tersebut.

Program tersebut dikritik banyak kalangan di AS karena jika diberikan kepada orang yang salah, bakal membuat AS jatuh ke dalam aksi terorisme.

Sumber itu lalu melanjutkan, sebagai ganti dari penghapusan visa tersebut, Kongres ingin memulihkan perlindungan kepada imigran asal Haiti, El Salvador, dan negara di Afrika.

Perlindungan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan imigrasi bipartisan.

Trump kemudian menanggapinya dengan sebuah pernyataan yang mengejutkan. "Mengapa kita harus menerima wilayah shithole (busuk) itu ke sini?" tanya Trump.

Trump kemudian kembali bertanya, mengapa mereka tidak menerima saja imigran dari Norwegia, merujuk kepada pertemuannya dengan Perdana Menteri Erna Solberg, Rabu (10/1/2018).

Baca juga: Salah Sebut Jenis Jet Tempur, Trump Diejek Netizen

Gedung Putih kemudian melansir pernyataan resmi yang sama sekali tidak membantah kabar tersebut.

Deputi Menteri Media Massa Raj Shah berkata bahwa keberpihakan para politisi di Washington kepada beberapa negara asing bisa dipahami.

"Namun, satu hal yang pasti, Presiden Trump berjuang bagi rakyat Amerika," kata Shah dilansir dari NBC News.

Shah melanjutkan, Trump bakal berusaha menolak segala bentuk aturan imigrasi yang nantinya bisa menghambat kehidupan warga AS.

Kalangan oposisi menyebut, ucapan presiden 71 tahun tersebut merupakan penegasan dia anti-imigran.

"Kami semua tahu bahwa Presiden Trump tidak suka dengan orang dari negara dengan warna kulit berbeda," kata anggota Kongres, Luis Gutierrez, kepada Sky News, Jumat (12/1/2018).

Mia Love, senator asal Republik yang notabene adalah kubu Trump, langsung berang dengan kabar tersebut. Sebab, Love berasal dari keturunan Haiti.

"Komentar Trump tidak elite dan telah menampar wajah negara ini. Saya menuntut Presiden meminta maaf!" kata Love dilansir dari NBC News.

Ini bukan pertama kali Trump membuat komentar kontroversial mengenai status imigran.

Pada pertemuan mengenai imigran di musim panas 2017, presiden ke-45 AS tersebut mengatakan bahwa imigran Haiti semuanya membawa AIDS, seperti dilansir New York Times.

Baca juga: Trump Nyatakan Siap Berdialog dengan Kim Jong Un


EditorArdi Priyatno Utomo

Terkini Lainnya

Guru Honorer di Depok Keluhkan Gaji yang Terlambat

Guru Honorer di Depok Keluhkan Gaji yang Terlambat

Megapolitan
Teriakan Pendukung dalam Debat Dinilai Bisa Intimidasi Kandidat

Teriakan Pendukung dalam Debat Dinilai Bisa Intimidasi Kandidat

Nasional
Warga Inggris yang Tampar Petugas Imigrasi Bali Mengaku Disiksa di Penjara

Warga Inggris yang Tampar Petugas Imigrasi Bali Mengaku Disiksa di Penjara

Internasional
Menikmati Pemandangan Pulau Lembeh, Benteng Kota Bitung

Menikmati Pemandangan Pulau Lembeh, Benteng Kota Bitung

Regional
Wisata Religi dan Budaya di Bitung, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang

Wisata Religi dan Budaya di Bitung, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang

Regional
[Populer Megapolitan] Kebakaran di Rumah Ketua DPR RI | Sekda Papua Tersangka Penganiayaan Pegawai KPK | Bus Transjakarta Terbakar

[Populer Megapolitan] Kebakaran di Rumah Ketua DPR RI | Sekda Papua Tersangka Penganiayaan Pegawai KPK | Bus Transjakarta Terbakar

Megapolitan
Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Internasional
TNI AL Kembali Tangkap Kapal Vietnam yang Curi Ikan di Laut Natuna

TNI AL Kembali Tangkap Kapal Vietnam yang Curi Ikan di Laut Natuna

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jokowi Kunjungi Nelayan Tengah Malam | Kata Sandi Soal Lahan Milik Prabowo

[POPULER NUSANTARA] Jokowi Kunjungi Nelayan Tengah Malam | Kata Sandi Soal Lahan Milik Prabowo

Regional
BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

Megapolitan
Pemprov Kalteng Beri Penghargaan Pengelolaan K3 ke IPP Swasta

Pemprov Kalteng Beri Penghargaan Pengelolaan K3 ke IPP Swasta

Regional
Debat Kedua Dinilai Disiapkan Jauh Lebih Baik Dibanding yang Pertama

Debat Kedua Dinilai Disiapkan Jauh Lebih Baik Dibanding yang Pertama

Nasional
Pemilih di Jombang Bertambah 868 Orang, Ribuan Santri Belum Urus Form A5

Pemilih di Jombang Bertambah 868 Orang, Ribuan Santri Belum Urus Form A5

Regional
KPU Sebut Pendukung yang Hadir Debat Ganggu Konsentrasi Kandidat

KPU Sebut Pendukung yang Hadir Debat Ganggu Konsentrasi Kandidat

Nasional
Baku Tembak Pasukan India dan Pemberontak di Kashmir, 9 Orang Tewas

Baku Tembak Pasukan India dan Pemberontak di Kashmir, 9 Orang Tewas

Internasional

Close Ads X