Di Turki, Penyiksa Binatang Bisa Dipenjara hingga 4,5 Tahun - Kompas.com

Di Turki, Penyiksa Binatang Bisa Dipenjara hingga 4,5 Tahun

Kompas.com - 11/01/2018, 14:43 WIB
Ilustrasi anjing peliharaan.Thinkstockphotos Ilustrasi anjing peliharaan.

ANKARA, KOMPAS.com — Pemerintah Turki dilaporkan tengah merumuskan sebuah undang-undang untuk menghukum para penyiksa hewan, baik itu binatang peliharaan maupun binatang liar.

Harian Milliyet, seperti dikutip Hurriyet, Rabu (10/1/2018), memberitakan, peraturan yang dibuat Kementerian Hukum tersebut memuat 27 artikel dengan total hukuman penjara hingga 4,5 tahun.

Kementerian Hukum bakal menyebarkannya ke seluruh kementerian di Turki dan mengharapkan tanggapan mereka paling lambat Februari.

Baca juga : Kesulitan Dana, Kebun Binatang di Gaza Jual Tiga Anak Singa

Wacana perumusan undang-undang tersebut muncul setelah pemerintah Turki menerima banyak laporan terkait kekerasan pada hewan.

Hal ini membuat Wakil Ketua Partai Rakyat Republik (CHP), Gulay Yedekci, selaku pihak oposisi mendesak pemerintah agar membuat peraturan yang melindungi keberadaan hewan.

Dalam pandangan Yedekci, hewan sudah seharusnya tidak dikategorikan sebagai "properti" dalam hukum di Turki.

"Sudah saatnya semua makhluk hidup di Turki dilindungi keberadaannya. Dengan adanya konstitusi ini, kami ingin memastikan hak hidup hewan terjamin," ulas Yedecki.

Dalam proposal peraturan baru itu, setiap orang yang terbukti menyiksa atau membunuh hewan, hukuman penjaranya bervariasi, 4 bulan hingga 3 tahun.

Jika terdakwa menyiksa lebih dari satu ekor, hukuman dilipatgandakan hingga 4,5 tahun.

Sementara mereka yang terbukti menyiksa binatang dengan status terancam punah, hukuman penjara bakal mencapai 7 tahun.

Baca juga: Nasib Kebun Binatang Tertua di Afrika, Kini...


EditorArdi Priyatno Utomo
SumberHurriyet
Komentar

Terkini Lainnya

Kisah Anak Satpam, Raih Gelar Doktor di UGM

Kisah Anak Satpam, Raih Gelar Doktor di UGM

Regional
Menurut KPU, Tak Perlu Lagi Ada Wacana Pilkada melalui DPRD

Menurut KPU, Tak Perlu Lagi Ada Wacana Pilkada melalui DPRD

Nasional
Berita Populer Regional: Serial Romansa Pebulu Tangkis Huang Hua dan Tertangkapnya Bos Miras Oplosan

Berita Populer Regional: Serial Romansa Pebulu Tangkis Huang Hua dan Tertangkapnya Bos Miras Oplosan

Regional
Berita Populer: Ayah Perkosa Anak Kandung, hingga Pria Tambun Berubah Jadi Juara Binaraga

Berita Populer: Ayah Perkosa Anak Kandung, hingga Pria Tambun Berubah Jadi Juara Binaraga

Internasional
Jalan Sempit Bersihkan Timbunan Sampah Plastik di Kolong Tol di Tanjung Priok

Jalan Sempit Bersihkan Timbunan Sampah Plastik di Kolong Tol di Tanjung Priok

Megapolitan
Berita Populer Nasional: Jaket Jins Andalan Jokowi di IIMS 2018 dan Skenario Kecelakaan Novanto

Berita Populer Nasional: Jaket Jins Andalan Jokowi di IIMS 2018 dan Skenario Kecelakaan Novanto

Nasional
Survei Cyrus: Partai Mana yang Paling Banyak Uang? Perindo Urutan Teratas

Survei Cyrus: Partai Mana yang Paling Banyak Uang? Perindo Urutan Teratas

Nasional
Solusi Bahan Bakar Alternatif, Karolin Perkenalkan Kompor Sawit

Solusi Bahan Bakar Alternatif, Karolin Perkenalkan Kompor Sawit

Regional
Soal Ujian Akhir Bakal Dibuat Sesuai Standar Internasional

Soal Ujian Akhir Bakal Dibuat Sesuai Standar Internasional

Edukasi
Kisah Cinta Huang Hua, Mantan Ratu Bulu Tangkis China hingga Dipinang Pria asal Klaten (3)

Kisah Cinta Huang Hua, Mantan Ratu Bulu Tangkis China hingga Dipinang Pria asal Klaten (3)

Regional
Pertemuan Gerindra dan PKS Sempat Bahas Peluang Zulkifli Hasan Jadi Cawapres

Pertemuan Gerindra dan PKS Sempat Bahas Peluang Zulkifli Hasan Jadi Cawapres

Nasional
5 Fakta Menarik tentang Penutupan Sense Karaoke dan Diskotek Exotic

5 Fakta Menarik tentang Penutupan Sense Karaoke dan Diskotek Exotic

Megapolitan
Polisi di Indonesia Diperintahkan untuk Razia Besar-besaran Minuman Keras

Polisi di Indonesia Diperintahkan untuk Razia Besar-besaran Minuman Keras

Regional
Wilayah Jakarta yang Berpotensi Hujan Hari ini

Wilayah Jakarta yang Berpotensi Hujan Hari ini

Megapolitan
Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Penganiyaan Bonek hingga Korban Tewas

Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Penganiyaan Bonek hingga Korban Tewas

Regional

Close Ads X