Kompas.com - 11/01/2018, 12:06 WIB
|
EditorVeronika Yasinta


WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Perusahaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjual real estate senilai lebih dari 35 juta dollar AS atau sekitar Rp 470 miliar sepanjang 2017.

Namun, penjualan properti dilakukan melalui perusahaan cangkang yang mengaburkan identitas pembeli.

USA Today pada Rabu (10/1/2018) melaporkan aktivitas penjualan tersebut melanjutkan perubahan dramatis dari perilaku klien perusahaan Trump yang telah dimulai sejak pemilihan presiden AS pada 2016.

Di Las Vegas, Trump menjual 21 kondominium mewah, yang sebagian besar transaksinya melalui entitas perusahaan terbatas yang memungkinkan orang membeli properti tanpa mengungkapkan namanya.

Baca juga: Properti Trump di Luar Negeri Hadapi Risiko Teror

Satu kondominium milik perusahaan Trump di Las Vegas terjual 1,6 juta dollar AS atau Rp 21,4 miliar pada Oktober 2017.

Penjualan bangunan dengan harga 1.000 dollar AS atau Rp 12,3 juta per kaki persegi (1 kaki/feet=30,48 cm) telah mendorong ke harga batas pasar.

"Harga itu tinggi untuk kondominium dan Las Vegas secara keseluruhan," kata Nicole Tomlinson, spesialis penjualan di Shapiro & Sher Group di Las Vegas.

Tren pengaburan identitas pembeli properti dari perusahaan Trump mulai terlihat ketika Trump memenangi nominasi calon presiden di Partai Republik, pertengahan 2016.

Baca juga: Tidak Merokok & Suka "Junk Food", Bagaimana Prediksi Tes Medis Trump?

Dalam dua tahun sebelum nominasi tersebut, sebanyak 4 persen pembeli properti Trump telah menggunakan praktik tersebut. Pada tahun berikutnya, angkanya melonjak menjadi 70 persen.

Keuntungan dari penjualan properti mengalir ke unit trust yang dijalankan putra Trump. Sementara Trump menjadi penerima manfaat yang dapat menarik uang tunai setiap saat.

Kongres dan pengawas etika telah meminta Trump untuk lebih transparan mengenai identitas pembeli dan mitranya, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri, termasuk pembeli real estate miliknya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber USA Today
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.