Kompas.com - 10/01/2018, 15:17 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

BEIJING, KOMPAS.com - Seorang perempuan di China ditangkap kepolisian setempat. Sebab, dia melakukan aksi berbahaya dengan menghentikan paksa kereta cepat yang akan berangkat.

Semua terjadi di Hefei, Provinsi Anhui, Jumat (5/1/2018), ketika perempuan bermarga Luo tiba-tiba menjepitkan tubuhnya di pintu kereta jurusan Hefei-Guangdong.

Dilaporkan Shanghai Morning Post via The Star Online Rabu (10/1/2018), Luo melakukannya karena sang suami datang terlambat, dan tidak diperbolehkan masuk.

Sambil menelepon, Luo memohon kepada petugas kereta agar suami dan anak-anaknya diizinkan masuk.

Baca juga : Kecelakaan Kereta Api di Afrika Selatan, 200 Lebih Penumpang Luka-luka

Terjadi argumentasi antara Luo dengan petugas kereta. Petugas itu kemudian memaksa Luo agar keluar dari kereta.

Luo yang sempat terjatuh kemudian berusaha ditarik oleh petugas peron agar menjauh dari kereta.

Namun, kakinya ternyata masih tersangkut di pintu sembari Luo terus memohon agar keluarganya bisa diizinkan naik.

Ketika Luo berhasil ditarik menjauh, kereta cepat tersebut akhirnya berangkat setelah terlambat empat menit.

Luo berkata kakinya tidak sengaja tersangkut. Namun, tetap bersikukuh dia melakukan hal benar dengan berusaha menghentikan paksa kereta cepat tersebut.

Sebab, dalam penuturannya, pintu itu menutup 2-3 menit sebelum kereta berangkat. Selain itu, kereta cepat tersebut hanya berangkat satu kali dari sehari.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.