Kompas.com - 10/01/2018, 13:03 WIB
Ratusan migran Afrika pencari suaka, kebanyakan asal Eritria saat melakukan protes terhadap kebijakan deportasi yang diterapkan pemerintah Israel pada Januari 2017 lalu. Gali Tibbon / AFPRatusan migran Afrika pencari suaka, kebanyakan asal Eritria saat melakukan protes terhadap kebijakan deportasi yang diterapkan pemerintah Israel pada Januari 2017 lalu.
|
EditorAgni Vidya Perdana

TEL AVIV, KOMPAS.com - Pemerintah Israel mengumumkan tengah mencari sekitar 100 relawan dari warga sipil untuk menjadi pengawas dan mengawal proses pengusiran para migran keluar dari negara itu.

Dilansir dari Middle East Monitor, Minggu (7/1/2018) lalu pemerintah Israel menerbitkan telah menerbitkan pemberitahuan pencarian 100 pengawas sementara yang akan ditugaskan di Tel Aviv selama dua tahun mulai Maret 2018.

Selain itu juga membutuhkan 40 penyidik yang akan bertugas memeriksa berkas-berkas dan surat permohonan dari para pencari suaka.

Meskipun menyebutnya sebagai relawan, pemerintah Israel bersedia memberikan bonus hingga 30.000 shekel (sekitar Rp 124 juta) bagi warga yang bersedia. Demikian dilaporkan surat kabar Haaretz.

Baca juga: PBB Desak Israel Batalkan Rencana Memaksa Keluar Migran Afrika

Menurut pengumuman tersebut, dijelaskan tugas para pengawas yang mengharuskan pemeriksaan harta benda para pencari suaka, serta mewawancarai dan mendokumentasikan migran yang bersedia keluar dengan sukarela.

Selain itu juga relawan juga akan bertugas mengoordinasikan dan menyiapkan dokumen perjalanan serta mengatur jadwal pemberangkatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Juga mendampingi hingga mengawasi para migran pencari suaka sampai mereka tiba dan kembali ke negara asal ataupun tujuan lainnya.

Sebagian pengawas juga akan dilibatkan dalam penegakan hukum terhadap para pencari suaka maupun pihak yang mempekerjakan mereka.

Relawan pengawas bertugas mencari para migran, merekam pernyataan dan cerita mereka, serta menyelidiki pihak yang mempekerjakan para pencari suaka di Israel.

Dalam surat pengumuman itu juga digarisbawahi nilai tambah bagi calon relawan yang memiliki pengalaman dalam pertempuran atau bidang keamanan.

Baca juga: Netanyahu: Tiga Bulan, Migran Afrika Keluar dari Israel atau Dipenjara

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada pekan lalu mengumumkan kepada para migran dan pencari suaka di negaranya, yang mayoritas berasal dari Sudan dan Eritria, agar bersedia secara suka rela meninggalkan Israel.

Mereka akan diberi jangka waktu hingga April mendatang sebelum pemerintah memberlakukan ancaman hukuman penjara.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.