Kompas.com - 10/01/2018, 13:03 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

TEL AVIV, KOMPAS.com - Pemerintah Israel mengumumkan tengah mencari sekitar 100 relawan dari warga sipil untuk menjadi pengawas dan mengawal proses pengusiran para migran keluar dari negara itu.

Dilansir dari Middle East Monitor, Minggu (7/1/2018) lalu pemerintah Israel menerbitkan telah menerbitkan pemberitahuan pencarian 100 pengawas sementara yang akan ditugaskan di Tel Aviv selama dua tahun mulai Maret 2018.

Selain itu juga membutuhkan 40 penyidik yang akan bertugas memeriksa berkas-berkas dan surat permohonan dari para pencari suaka.

Meskipun menyebutnya sebagai relawan, pemerintah Israel bersedia memberikan bonus hingga 30.000 shekel (sekitar Rp 124 juta) bagi warga yang bersedia. Demikian dilaporkan surat kabar Haaretz.

Baca juga: PBB Desak Israel Batalkan Rencana Memaksa Keluar Migran Afrika

Menurut pengumuman tersebut, dijelaskan tugas para pengawas yang mengharuskan pemeriksaan harta benda para pencari suaka, serta mewawancarai dan mendokumentasikan migran yang bersedia keluar dengan sukarela.

Selain itu juga relawan juga akan bertugas mengoordinasikan dan menyiapkan dokumen perjalanan serta mengatur jadwal pemberangkatan.

Juga mendampingi hingga mengawasi para migran pencari suaka sampai mereka tiba dan kembali ke negara asal ataupun tujuan lainnya.

Sebagian pengawas juga akan dilibatkan dalam penegakan hukum terhadap para pencari suaka maupun pihak yang mempekerjakan mereka.

Relawan pengawas bertugas mencari para migran, merekam pernyataan dan cerita mereka, serta menyelidiki pihak yang mempekerjakan para pencari suaka di Israel.

Dalam surat pengumuman itu juga digarisbawahi nilai tambah bagi calon relawan yang memiliki pengalaman dalam pertempuran atau bidang keamanan.

Baca juga: Netanyahu: Tiga Bulan, Migran Afrika Keluar dari Israel atau Dipenjara

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada pekan lalu mengumumkan kepada para migran dan pencari suaka di negaranya, yang mayoritas berasal dari Sudan dan Eritria, agar bersedia secara suka rela meninggalkan Israel.

Mereka akan diberi jangka waktu hingga April mendatang sebelum pemerintah memberlakukan ancaman hukuman penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.