Salju Tebal Bikin Belasan Ribu Turis Terjebak di Stasiun Ski di Swiss

Kompas.com - 09/01/2018, 23:23 WIB
Turis berjalan di tengah salju tebal yang turun di stasiun ski di Zermatt, kawasan pegunungan Alpen di Swiss, Selasa (9/1/2018). Cuaca buruk dan tebalnya salju menutup seluruh akses masuk dan keluar dari kawasan tersebut. Mark Ralston / AFPTuris berjalan di tengah salju tebal yang turun di stasiun ski di Zermatt, kawasan pegunungan Alpen di Swiss, Selasa (9/1/2018). Cuaca buruk dan tebalnya salju menutup seluruh akses masuk dan keluar dari kawasan tersebut.
|
EditorAgni Vidya Perdana


ZERMATT, KOMPAS.com - Salju yang turun dengan lebat di kawasan pegunungan Alpine memaksa belasan ribu wisatawan terjebak di Zermatt, salah satu stasiun ski paling populet di Swiss.

Salju menutup semua jalur dan rute perjalanan kereta menuju resor di wilayah Valais selatan Swiss itu, juga telah menyebabkan terjadinya pemadaman listrik.

Disampaikan Kepala Stasiun Ski Janine Imesch, setidaknya 13.000 turis tertahan di Zermatt. "Kedatangan maupun keberangkatan saat ini mustahil dilakukan," kata dia kepada AFP, Selasa (9/1/2018).

Akses jalan utama telah ditutup sejak Senin (8/1/2018) pagi, sementara perjalanan kereta dihentikan pada malam harinya.

Baca juga: Salju Tebal Selimuti Gurun Sahara untuk Kedua Kalinya dalam 40 Tahun

Zermatt menjadi rumah bagi sekitar 5.500 penduduk dan masih dapat menampung hingga 13.400 turis dengan banyaknya hotel maupun apartemen.

Kawasan itu menjadi salah satu favorit untuk wisata ski dengan saljunya yang tebal.

Namun saat ini, para pengunjung terpaksa tidak bisa melakukan ski menuruni bukit maupun berjalan-jalan karena tingginya bahaya longsor di kawasan itu.

"Cuaca saat ini tidak memungkinkan untuk ski maupun jalan-jalan. Tapi hal itu tidak terlalu dipermasalahkan para turis. Justru sedikit romantis," kata Imesch.

Kepolisian Swiss mengatakan, langkah evakuasi telah disiapkan dengan menggunakan helikopter.

Pejabat polisi Zermatt menyampaikan, pengunjung akan diantar turun ke desa Taesch yang terdekat di kaki gunung Alpen melalui penerbangan selama tiga menit.

Sekitar 100 orang dapat dievakuasi per jam selama cuaca mendukung.

Baca juga: Kota di AS Ini Lumpuh akibat Salju yang Menumpuk



Sumber AFP,Arab News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X