PBB Desak Israel Batalkan Rencana Memaksa Keluar Migran Afrika - Kompas.com

PBB Desak Israel Batalkan Rencana Memaksa Keluar Migran Afrika

Kompas.com - 09/01/2018, 22:11 WIB
Ribuan imigran asal Afrika melakukan unjuk rasa ke berbagai kedutaan besar di Tel Aviv, Israel untuk memprotes perlakuan pemerintah Israel terhadap para imigran.JACK GUEZ / AFP Ribuan imigran asal Afrika melakukan unjuk rasa ke berbagai kedutaan besar di Tel Aviv, Israel untuk memprotes perlakuan pemerintah Israel terhadap para imigran.

JENEWA, KOMPAS.com - Rencana Israel yang ingin memaksa para migran Afrika keluar dari wilayahnya menuai kecaman banyak pihak. PBB mendesak kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk membatalkan rencana itu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengumumkan menawarkan pada para migran Afrika yang bersedia meninggalkan Israel akan menerima uang 2.900 Euro (sekitar Rp 46 juta) dan tiket pesawat.

Netanyahu juga mengancam para migran yang masih bertahan berada di Israel pada tiga bulan ke depan dengan hukuman penjara. Program ini ditargetkan pada 38.000 migran Afrika.

Atas rencana tersebut, PBB mendesak Israel membatalkannya karena dianggap tidak jelas dan berbahaya. Terlebih setelah dikabarkan program tersebut sudah mulai dijalankan.

Baca juga: Netanyahu: Tiga Bulan, Migran Afrika Keluar dari Israel atau Dipenjara

"UNHCR sekali lagi meminta kepada Israel untuk menghentikan kebijakan merelokasi para warga Eritrea dan Sudan ke Afrika itu," tulis pernyataan Badan Urusan Pengungsi di bawah PBB itu.

Melalui juru bicaranya, Willian Spindler, kepada wartawan di Jenewa, PBB menilai program yang dijalankan Israel terlalu berbahaya dan tidak jelas.

Israel, tambahnya, tidak menjelaskan ke mana para migran akan dikirim, sementara mereka mengakui terlalu berbahaya memulangkan mereka di kampung halaman di Sudan maupun Eritrea.

Israel mengaku telah mencapai kesepakatan dengan Rwanda dan Uganda untuk menampung para migran, namun kedua negara tersebut telah membantah.

UNHCR juga mengaku telah bertemu dan berbicara dengan 80 migran Afrika yang menerima tawaran itu dan terbang ke Rwanda, sebelum kemudian berlanjut ke utara menuju Roma melalui wilayah konflik di Sudan dan Libya.

Baca juga: Ratusan Migran Afrika Diselamatkan dari Lepas Pantai Spanyol

"Sepanjang perjalanan mereka mendapat perlakuan kekerasan, siksaan dan pemerasan, sebelum sekali lagi mempertaruhkan nyawa melintasi Laut Tengah menuju Italia," tulis pernyataan UNHCR yang mengklaim telah mewawancara para migran.

Spindler meminta Israel mencari cara lain untuk mengatasi masalah migran di negaranya, dengan menekankan PBB siap untuk membantu pemindahan formal melalui jalur resmi.


EditorAgni Vidya Perdana
SumberAFP
Komentar

Terkini Lainnya

Kisah Anak Satpam, Raih Gelar Doktor di UGM

Kisah Anak Satpam, Raih Gelar Doktor di UGM

Regional
Menurut KPU, Tak Perlu Lagi Ada Wacana Pilkada melalui DPRD

Menurut KPU, Tak Perlu Lagi Ada Wacana Pilkada melalui DPRD

Nasional
Berita Populer Regional: Serial Romansa Pebulu Tangkis Huang Hua dan Tertangkapnya Bos Miras Oplosan

Berita Populer Regional: Serial Romansa Pebulu Tangkis Huang Hua dan Tertangkapnya Bos Miras Oplosan

Regional
Berita Populer: Ayah Perkosa Anak Kandung, hingga Pria Tambun Berubah Jadi Juara Binaraga

Berita Populer: Ayah Perkosa Anak Kandung, hingga Pria Tambun Berubah Jadi Juara Binaraga

Internasional
Jalan Sempit Bersihkan Timbunan Sampah Plastik di Kolong Tol di Tanjung Priok

Jalan Sempit Bersihkan Timbunan Sampah Plastik di Kolong Tol di Tanjung Priok

Megapolitan
Berita Populer Nasional: Jaket Jins Andalan Jokowi di IIMS 2018 dan Skenario Kecelakaan Novanto

Berita Populer Nasional: Jaket Jins Andalan Jokowi di IIMS 2018 dan Skenario Kecelakaan Novanto

Nasional
Survei Cyrus: Partai Mana yang Paling Banyak Uang? Perindo Urutan Teratas

Survei Cyrus: Partai Mana yang Paling Banyak Uang? Perindo Urutan Teratas

Nasional
Solusi Bahan Bakar Alternatif, Karolin Perkenalkan Kompor Sawit

Solusi Bahan Bakar Alternatif, Karolin Perkenalkan Kompor Sawit

Regional
Soal Ujian Akhir Bakal Dibuat Sesuai Standar Internasional

Soal Ujian Akhir Bakal Dibuat Sesuai Standar Internasional

Edukasi
Kisah Cinta Huang Hua, Mantan Ratu Bulu Tangkis China hingga Dipinang Pria asal Klaten (3)

Kisah Cinta Huang Hua, Mantan Ratu Bulu Tangkis China hingga Dipinang Pria asal Klaten (3)

Regional
Pertemuan Gerindra dan PKS Sempat Bahas Peluang Zulkifli Hasan Jadi Cawapres

Pertemuan Gerindra dan PKS Sempat Bahas Peluang Zulkifli Hasan Jadi Cawapres

Nasional
5 Fakta Menarik tentang Penutupan Sense Karaoke dan Diskotek Exotic

5 Fakta Menarik tentang Penutupan Sense Karaoke dan Diskotek Exotic

Megapolitan
Polisi di Indonesia Diperintahkan untuk Razia Besar-besaran Minuman Keras

Polisi di Indonesia Diperintahkan untuk Razia Besar-besaran Minuman Keras

Regional
Wilayah Jakarta yang Berpotensi Hujan Hari ini

Wilayah Jakarta yang Berpotensi Hujan Hari ini

Megapolitan
Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Penganiyaan Bonek hingga Korban Tewas

Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Penganiyaan Bonek hingga Korban Tewas

Regional

Close Ads X