Donald Trump Tak Hafal Teks Lagu Kebangsaan Amerika Serikat?

Kompas.com - 09/01/2018, 16:15 WIB
Presiden AS Donald Trump saat memasuki Stadion Mercedes-Benz di Atlanta, Georgia, Senin (8/1/2017) untuk menyaksikan laga playoff sepakbola NCAA antara  Alabama Crimson Tide melawan Georgia Bulldogs. JAMIE SQUIRE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP Presiden AS Donald Trump saat memasuki Stadion Mercedes-Benz di Atlanta, Georgia, Senin (8/1/2017) untuk menyaksikan laga playoff sepakbola NCAA antara Alabama Crimson Tide melawan Georgia Bulldogs.
|
EditorErvan Hardoko

ATLANTA, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump seolah tak henti membuat kontroversi, kali ini terkait lagu kebangsaan negeri itu.

Pada Senin (8/1/2018), Presiden Trump datang ke pertandingan babak playoff sepak bola Amerika tingkat universitas antara Alabama Crimson Tide melawan Georgia Bulldogs di Atlanta.

Saat memasuki stadion, suara sorak sorai penonton, termasuk yang mengolok-olok, menyambut Presiden Trump.

Kemudian, Trump berdiri di tengah lapangan bersama para pemain untuk mendengarkan lagu kebangsaan "The Stars Spangled Banners" dikumandangkan.

Baca juga : Terungkap, Donald Trump Hanya Bekerja 5 Jam Sehari

Di sinilah muncul kontroversi, karena Trump terlihat kesulitan dan terlihat beberapa kali salah menyanyikan teks lagu kebangsaan itu.

Kontan saja komentar di media sosial bermunculan dan mempertanyakan apakah Trump lupa dengan teks lagu kebangsaan dan memicu kembali spekulasi soal kesehatan mentalnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Trump terlihat bisa menyanyikan bagian awal lagu kebangsaan, tetapi kemudian terbata-bata saat menyanyikan bagian berikutnya sebelum akhirnya memilih untuk tidak bernyanyi.

Hal ini menjadi ironis karena Trump pernah mengkritik seorang pemain sepak bola profesional yang berlutut saat lagu kebangsaan dikumandangkan.

Baca juga : Pertanyaan Seputar Kondisi Kejiwaan Donald Trump

Sang pemain melakukan aksi berlutut itu sebagai wujud protes terhadap ketidakadilan rasial di Amerika Serikat.

"Kita semua ingin bendera nasional dihormati dan kita ingin lagu kebangsaan dihormati," ujar Trump dalam pidatonya pada Senin siang di Nashville, Tennessee.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.