Terus Terdesak, Houthi Ancam Cegat Kapal yang Lewat di Laut Merah - Kompas.com

Terus Terdesak, Houthi Ancam Cegat Kapal yang Lewat di Laut Merah

Kompas.com - 09/01/2018, 15:30 WIB
Pejuang suku Yaman yang loyal pada pemberontak Houthi berjuang untuk menumbangkan pemerintah Yaman.Reuters Pejuang suku Yaman yang loyal pada pemberontak Houthi berjuang untuk menumbangkan pemerintah Yaman.

SANA'A, KOMPAS.com - Kelompok pemberontak Yaman Houthi mengatakan tengah mempertimbangkan wacana untuk mencegat kapal yang lewat di Laut Merah.

Wacana itu diambil setelah Houthi terus-menerus mengalami kekalahan melawan pasukan pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi.

Diberitakan Al Arabiya Selasa (9/1/2018), pemimpin Houthi, Saleh al-Samad, menggelar pertemuan dengan Utusan Khusus PBB untuk Yaman yang diwakili Deputi Moin Shreim.

Dalam pertemuan itu, Samad menyalahkan Utusan PBB Ismail Ould Cheikh yang dianggap gagal dalam mengupayakan negosiasi antara pemerintah Yaman dengan Houthi.

Akibatnya, Houthi terus terdesak dengan gempuran koalisi, baik dari darat maupun operasi udara.

Baca juga : Koalisi Saudi Dilaporkan Serang Rute Pasokan Utama Houthi

Terbaru Senin (8/1/2018), pasukan pemerintah mengklaim telah membebaskan gunung Umm al-Athem di Saada, dekat dengan perbatasan Saudi.

Dengan keberhasilan pasukan koalisi menguasai Umm al-Athem, pasokan logistik Houthi terputus.

"Kami telah sampai pada titik di mana kami tidak lagi menggantungkan harapan kepada PBB sebagai pencipta perdamaian di Yaman," kata Samad.

Samad kemudian mengancam bakal mencegat setiap kapal yang hendak singgah ke Pelabuhan Hodeida di Laut Merah maupun Mandeb Strait.

Shreim kemudian menjawab bahwa PBB bakal terus mengupayakan sehingga negosiasi perdamaian antara Houthi dengan pemerintah Yaman dapat terwujud.

Sejak koalisi Saudi mengintervensi konflik di Yaman pada 2015, sebanyak 8.750 orang tewas, dan 49.960 orang lainnya terluka.

Perang tersebut juga menyebabkan 20,7 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan dan turut menimbulkan wabah kolera yang diperkirakan menewaskan 2.219 orang sejak April lalu.

Baca juga : Koalisi Arab Saudi Buka Pelabuhan yang Dikuasai Houthi


EditorArdi Priyatno Utomo
Komentar

Close Ads X