Harapan Delegasi Korut dan Korsel dalam Pertemuan Resmi Hari Ini

Kompas.com - 09/01/2018, 11:24 WIB
Menteri Unifikasi Korea Selatan Cho Myung Gyun (kiri) berjabat tangan dengan pemimpin delegasi Korea Utara Ri Son Gwon (kanan) dalam pertemuan resmi di Panmunjom, di Zona Demiliterisasi, Selasa (9/1/2018). (AFP/Dong A Ilbo) Menteri Unifikasi Korea Selatan Cho Myung Gyun (kiri) berjabat tangan dengan pemimpin delegasi Korea Utara Ri Son Gwon (kanan) dalam pertemuan resmi di Panmunjom, di Zona Demiliterisasi, Selasa (9/1/2018). (AFP/Dong A Ilbo)
|
EditorVeronika Yasinta


PANMUNJON, KOMPAS.com - Korea Selatan dan Korea Utara sedang melangsungkan pertemuan resmi kedua negara, setelah dua tahun tidak pernah ada komunikasi di antara keduanya.

Dilansir dari Yonhap, Selasa (9/1/2018), pertemuan tingkat tinggi dimulai pada pukul 10.00 pagi, di perbatasan, di desa Panmunjom.

Pemimpin delegasi Korea Utara Ri Son Gwon berharap pembicaraan tersebut akan menghasilkan keputusan yang tepat di tengah harapan tinggi etnis Korea terhadap pertemuan tersebut.

"Saya datang ke sini dengan harapan dua Korea menghasilkan keputusan yang tulus sehingga berharga bagi orang Korea yang memiliki harapan tinggi pada pertemuan ini," katanya, sebelum memulai perundingan.

Baca juga : Pertemuan Resmi Korea Utara dan Korea Selatan Sedang Berlangsung

Ri merupakan pemimpin Komite Reunifikasi Perdamaian Negara, lembaga Korea Utara yang menangani urusan hubungan dengan Korea Selatan.

Sementara itu, Menteri Unifikasi Korea Utara Cho Myoung Gyon mengatakan kedua belah pihak dapat melangsungkan pembicaran dengan kebulatan tekad.

"Pertemuan ini dimulai setelah hubungan dua Korea yang lama mengalami kekacauan," ucapnya.

Sejumlah agenda seperti keikutsertaan Korea Utara dalam Olimpiade Musim Dingin 2018 dan reuni keluarga masuk dalam perundingan kedua negara hari ini.

Baca juga : Seoul Masukkan Agenda Reuni Keluarga saat Pertemuan dengan Korea Utara

Sebelumnya, pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un telah mendorong peningkatan hubungan dengan Korea Selatan.

Dalam pidatonya di Tahun Baru, Kim bersedia mengirim delegasi ke Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menyambut baik upaya terbukanya Kim dan mengusulkan sebuah perundingan.



Sumber AFP,Yonhap
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X