Putra Mahkota Saudi Kerahkan Pasukan Elite untuk Tahan 11 Pangeran

Kompas.com - 08/01/2018, 21:50 WIB
Pasukan elit khusus Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Al-Ajrab yang dibentuk sejak 2015. Twitter Hasan Sajwani (@HSajwanization)Pasukan elit khusus Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Al-Ajrab yang dibentuk sejak 2015.
|
EditorAgni Vidya Perdana

RIYADH, KOMPAS.com - Sebanyak 11 pangeran kembali ditahan pemerintah Arab Saudi. Kali ini, penahanan dilakukan karena para pangeran tersebut melakukan aksi protes terkait kebijakan baru kerajaan.

Proses penangkapan dan penahanan para pangeran tersebut dilakukan oleh satuan khusus yang langsung di bawah Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Al-Ajrab.

Pasukan elit tersebut terdiri dari 5.000 personil dari berbagai peringkat dan telah berpengalaman dalam sejumlah operasi militer.

Pasukan ini dibentuk oleh putra mahkota sejak resmi diangkat para 2015.

Baca juga: Pangeran Arab Ini Pembeli Lukisan Yesus Termahal Dunia Karya Da Vinci

Kebijakan yang ditentang para pangeran itu terkait penghapusan subsidi untuk tagihan air dan listrik para bangsawan kerajaan Saudi. Kebijakan itu dikeluarkan pemerintah Saudi awal tahun ini.

"Sebanyak 11 pangeran berkumpul di depan istana Qasr al-Hokm pada Kamis (4/1/2018). Mereka keberatan dengan perintah kerajaan yang menghentikan pembayaran oleh negara untuk tagihan air dan listrik mereka," tulis pernyataan Jaksa Agung Saud al-Mojeb, pada Sabtu (6/1/2018).

"Meski telah disampaikan jika tuntutan mereka tidak sah, para pangeran tetap menolak meninggalkan area, mengganggu ketertiban umum," tambah Mojeb dilansir dari Arab News, Senin (8/1/2018).

Para pangeran tersebut dikenai sejumlah tuduhan dan ditahan di penjara Al-Hayer, di selatan Riyadh.

Baca juga: Diduga Korupsi, Kekayaan Pangeran Arab Saudi Merosot Tajam

Pemerintah Arab Saudi pada 1 Januari 2018 memberlakukan kenaikan pajak pertambahan nilai sebesar lima persen untuk sebagian besar barang dan jasa. Hal itu sekaligus mengakhiri kebijakan bebas pajak yang telah berlangsung selama berpuluh-puluh tahun.

Awal November 2017, pemerintah Arab Saudi juga melakukan penangkapan besar-besaran terhadap sejumlah pangeran dan petinggi pemerintahan terkait dengan dugaan korupsi.



Sumber Arab News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X