Kompas.com - 08/01/2018, 19:54 WIB
Dubes AS untuk PBB Nikki Haley saat berbicara pada sidang DK PBB di New York, Rabu (5/7/2017), untuk merespons pengujian ICBM Korut pada hari sebelumnya. UPI/Barcroft ImagesDubes AS untuk PBB Nikki Haley saat berbicara pada sidang DK PBB di New York, Rabu (5/7/2017), untuk merespons pengujian ICBM Korut pada hari sebelumnya.
|
EditorArdi Priyatno Utomo

NEW YORK, KOMPAS.com - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Nikki Haley, membela Presiden Donald Trump pasca-buku kontroversial yang mengulas tentangnya beredar.

Dalam wawancara dengan ABC's "This Week" via New York Post Minggu (7/1/2018), Haley mengatakan, dirinya sering berdiskusi dengan Trump.

Dalam pengamatannya, tidak ditemukan bahwa Trump mempunyai masalah kejiwaan seperti yang diberitakan dalam buku Fire and Fury: Inside the Trump White House.

"Jika kejiwaannya terganggu, bisakah dia menentukan reformasi pajak? Bisakah dia berkata tegas kepada Suriah? Atau, bisakah dia fokus kepada isu di Korea Utara?" tanya Haley.

Baca juga : Narasumber Buku Kontroversial tentang Trump Lakukan Klarifikasi

Politisi 45 tahun itu melanjutkan, dia yakin staf di Gedung Putih, terutama West Wing di mana kantor presiden berada, tidak meragukan masalah kejiwaan Trump.

Staf Gedung Putih, kata Haley, adalah orang-orang yang mencintai pekerjaannya dan menghormati presidennya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jika tidak, tentu mereka tidak akan berada di sana," tegas mantan Gubernur Carolina Selatan tersebut.

Sebelumnya, Fire and Fury mengisahkan tentang kekacauan yang terjadi di dalam Gedung Putih.

Dalam buku tersebut, diceritakan bahwa staf Gedung Putih merasa bahwa Trump tidak cocok menjadi orang nomor satu di Negeri Paman Sam.

Sebab, Trump merupakan sosok yang tidak sabar, mengulang berbagai hal, tidak bisa fokus, dan mengoceh tanpa ujung pangkal.

Bantahan dan gaya bicara Trump membuat khalayak menggunjingkan kondisi kejiwaannya. Ada yang menduga sang presiden mengidap alzheimer hingga kepribadian narsis.

Baca juga : Trump Sebut Dirinya Jenius dan Stabil secara Mental

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.