Seoul Masukkan Agenda Reuni Keluarga saat Pertemuan dengan Korea Utara

Kompas.com - 08/01/2018, 16:01 WIB
Warga Korea Selatan memberikan salam perpisahan dari dalam bus kepada keluarga mereka yang merupakan warga Korea Utara usai reuni yang dilakukan di kawasan pegunungan Kumgang, 26 Oktober 2015. KPPA / AFPWarga Korea Selatan memberikan salam perpisahan dari dalam bus kepada keluarga mereka yang merupakan warga Korea Utara usai reuni yang dilakukan di kawasan pegunungan Kumgang, 26 Oktober 2015.
|
EditorAgni Vidya Perdana

SEOUL, KOMPAS.com — Korea Utara dan Korea Selatan sepakat untuk menggelar pertemuan. Pada pertemuan itu, Seoul akan memasukkan pembahasan kemungkinan dilakukannya reuni keluarga yang terpisah di kedua negara.

Pembahasan antar-dua negara Korea dijadwalkan dilangsungkan pada Selasa (9/1/2018) di desa Panmunjom, yang berada di wilayah perbatasan.

Kesepakatan dialog tercapai pada pekan lalu. Pertemuan tersebut secara umum akan fokus pada persiapan partisipasi Korea Utara dalam ajang Olimpiade Musim Dingin yang akan digelar di Korea Selatan bulan depan.

Selain membahas persiapan untuk ajang olahraga itu, kedua pihak juga diyakini akan membawa agenda pembahasan masing-masing.


Baca juga: Korut Sepakat Gelar Pertemuan Resmi dengan Korsel Pekan Depan

"Kami akan mempersiapkan diskusi mengenai isu keluarga yang terpisah dan cara untuk mengurangi ketegangan militer," kata Menteri Unifikasi Cho Myoung-gyon kepada wartawan dilansir dari Yonhap.

Perang Korea yang terjadi pada 1950 hingga 1953 berhenti dengan perjanjian gencatan senjata dan bukan perjanjian damai. Hal tersebut menjadikan Korea Selatan dan Korea Utara pada dasarnya masih berseteru.

Salah satu dampak perang tersebut adalah banyaknya keluarga yang anggotanya terpisah karena kawasan semenanjung dibagi menjadi dua.

Sekitar 60.000 warga lanjut usia di Korea Selatan masih menaruh harapan dapat bertemu dengan keluarga mereka yang berada di Korea Utara setelah kesepakatan reuni yang terakhir dilakukan pada 2015.

Pyongyang pernah menyampaikan tidak akan ada lagi reuni kecuali Korea Selatan bersedia mengembalikan sejumlah warga negara Korea Utara.

Baca juga: Warga Korsel Setuju Pemerintah Bantu Akomodasi Atlet Korut di Olimpiade

Kesempatan tersebut diambil untuk dimulainya kembali pembahasan unifikasi. Media Korea Utara bahkan menulis kemungkinan dilakukannya unifikasi tanpa perlu ada perantara negara lain.

Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha mengatakan, adanya kontingen Korea Utara di olimpiade musim dingin akan semakin menunjukkan profil ajang Olimpiade sebagai simbol perdamaian.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP,Yonhap
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X