Kompas.com - 08/01/2018, 15:16 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

MANILA, KOMPAS.com - Militer Filipina menyatakan telah menggelar operasi untuk memberantas kelompok radikal di Mindanao, selatan Filipina.

Juru bicara militer, Kapten Arvin Encina berkata, pasukan Filipina menghelat serangan udara dan darat untuk menyerang Bangsamoro Islamic Freedom Fighters (BIFF).

BIFF merupakan kelompok radikal yang diduga menerima sokongan dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Dikutip dari kantor berita AFP Senin (8/1/2018), serangan berdurasi lima jam dengan jet tempur dan artileri tersebut menyasar 50 milisi BIFF di sana.

Dampak dari serangan tersebut, seorang prajurit, dan lima orang milisi dikabarkan tewas.

Baca juga : Sebelum Berangkat ke Marawi, Terduga Teroris di Kalbar Titipkan Keluarganya

Encina menjelaskan, meski milisi BIFF jumlahnya kecil, militer tetap menganggap mereka ancaman negara.

"Sebab, mereka memiliki cukup personil untuk membuat kekacauan. Selain itu, teroris tersebut juga sering merekrut orang," papar Encina.

Pemerintah Filipina, seperti diberitakan AFP, menyebut kawasan Mindanao dijadikan markas bagi kelompok radikal di sana.

Selama beberapa dekade pemberontakan, otoritas Filipina melansir setidaknya 100.000 orang tewas.

Pada 23 Mei 2017 dua kelompok radikal Maute dan Abu Sayyaf menyerang Basak Malutlut di Marawi.

Mereka menduduki Rumah Sakit Amai Pakpak dan Dinas Kesehatan Filipina di Marawi.

Akibat aksi teror itu, Presiden Rodrigo Duterte memberlakukan darurat militer di seluruh wilayah Mindanao yang berpenduduk 20 juta jiwa tersebut.

Akhirnya, setelah lima bulan lamanya baku tembak, dengan jumlah korban mencapai 1.100 orang, Duterte menyatakan Marawi telah sepenuhnya bebas dari teroris.

Namun, dia mengaku khawatir jika kelompok teroris bakal kembali menyusun kekuatan.

Karena itu, dia meminta Kongres Filipina menyetujui perpanjangan masa darurat militer hingga 31 Desember 2018.

Baca juga : Duterte Minta Perpanjang Masa Darurat Militer di Selatan Filipina

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.