Liga Arab Akan Lobi PBB untuk Mengakui Negara Palestina

Kompas.com - 08/01/2018, 15:16 WIB
Pertemuan negara-negara Liga Arab yang dihadiri menteri luar negeri masing-masing anggota di Kairo, Mesir, Sabtu (9/12/2017), membahas pengakuan AS terhadap Yerusalem. MOHAMED EL-SHAHED / AFPPertemuan negara-negara Liga Arab yang dihadiri menteri luar negeri masing-masing anggota di Kairo, Mesir, Sabtu (9/12/2017), membahas pengakuan AS terhadap Yerusalem.
|
EditorErvan Hardoko

AMMAN, KOMPAS.com - Liga Arab dalam waktu dekat akan mengirimkan diplomatnya untuk membujuk PBB mengakui Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Demikian dikabarkan kantor berita Reuters yang mengutip pernyartaan Menlu Jordania Ayman Safidi.

Pada Sabtu (6/1/2017), enam menteri luar negeri negara-negara Arab bertemu di Amman, Jordania untuk melanjutkan keputusan Liga Arab menentang langkah Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sebuah komite yang terdiri atas Mesir, Maroko, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Palestina, dan Jordania dibentuk setelah sidang darurat Liga Arab di Kairo bulan lalu.


Baca juga : Presiden Palestina: Yerusalem Tidak untuk Dijual!

Saat itu, Liga Arab menyatakan, bahwa keputusan Presiden Trump akan memicu gelombang kekerasan di Timur Tengah dan menggambarkan langkah Trump sebagai "pelanggaran hukum internasional yang berbahaya".

Safadi mengatakan, para menlu dari keenam negara merekomendasikan serangkaian langkah termasuk pertemuan para menlu Liga Arab yang akan digelar akhir bulan ini.

"Kami akan melawan keputusan (Trump) itu dengan mendorong resolusi PBB untuk mengakui negara Palestina dengan perbatasan 1967 dan Yerusalem sebagai ibu kotanya," ujar Safadi.

Namun, sejauh ini Safadi belum menjelaskan lebih rinci langkah diplomatik yang akan diambil tersebut.

Sementara itu, Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit mengatakan, sidang tingkat menteri juga akan mendiskusikan perang Washington dalam proses perdamaian Arab-Israel di masa mendatang.

Sebab, Liga Arab menganggap, langkah pengakuan Jerusalem itu sudah merusak proses perdamaian Arab-Israel.

"Kami berupaya mengurangi kerugian Palestina dan mengurangi keuntungan Israel," ujar Aboul Gheit.

Baca juga : Pindahkan Kedubes ke Yerusalem, Guatemala Akui Tak Ada Tekanan AS

Pada 21 Desember 2017, Sidang Umum PBB mengadopsi resolusi yang disponsori Turki untuk menolak langkah Trump mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel.

Lewat pemungutan suara 128 negara mengecam langkah Trump itu dan hanya sembilan negara yang mendukung serta 35 negara memilih abstain.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X