Tak Tercatat Aktif, Gunung Api di Pulau Kecil Papua Nugini Meletus

Kompas.com - 07/01/2018, 19:05 WIB
Gunung setinggi 500 meter yang diyakini tidak pernah meletus, memuntahkan asap tebal, di pulau kecil Kadovar, Papua Nugini, sejak Jumat (5/1/2018). (Samaritan Aviation via Facebook) Gunung setinggi 500 meter yang diyakini tidak pernah meletus, memuntahkan asap tebal, di pulau kecil Kadovar, Papua Nugini, sejak Jumat (5/1/2018). (Samaritan Aviation via Facebook)
|
EditorVeronika Yasinta


PORT MORESBY, KOMPAS.com - Gunung api di pulau Kadovar, Papua Nugini mulai erupsi pada Jumat (5/1/2018) membuat 600 penduduk di pulau kecil itu harus dievakuasi.

Dilansir dari AFP, Minggu (7/1/2018), gunung setinggi 500 meter yang diyakini tidak pernah meletus, memuntahkan asap tebal.

"Sejak Jumat, gunung terus memancarkan asap tebal terus menerus ke arah barat dan barat laut," ucap pengamat cuaca setempat, Chris Kearney.

Kearney mengatakan gunung api tersebut tidak aktif, sehingga letusannya mengejutkan banyak orang.

Menurutnya, gunung api memang mulai menunjukkan tanda-tanda pergerakan pada 2015, seperti sedikit bergemuruh. Namun, tidak pernah ada letusan.

Baca juga : Peringatan Tsunami di Papua Nugini Dicabut

"Itulah satu-satunya aktivitas dalam sejarah gunung api yang tercatat, terpisah dari letusan baru-baru ini," ujarnya.

Laman Mirror melaporkan, ahli vulkanologi di Universitas Macquarie menyatakan tidak pernah ada catatan tentang letusan di Kadovar sebelumnya.

Namun, para ilmuwan berspekulasi kejadian ini menjadi salah satu dari dua "pulau terbakar" yang ditulis dalam jurnal bajak laut Inggri abad 17 dan petualang maritim, William Dampier.

Dampier telah mencatat letusan terakhir di Kadovar saat melakukan pelayaran untuk mencari "Terra Australis", sebutan untuk Tanah Selatan yang tidak diketahui. Benua ini digambar di berbagai peta Eropa pada abad ke-15 sampai ke-18.

"Sulit untuk memprediksi apa yang mungkin terjadi karena tidak ada yang bisa dibandingkan," katanya.

Peta yang menunjukkan Pulau Kadovar, Papua Nugini. (Mirror) Peta yang menunjukkan Pulau Kadovar, Papua Nugini. (Mirror)

Observatorium Vulkanologi Rabaul menyatakan lebih dari setengah pulau Kadovar telah tertutup oleh abu vulkanik.

"Saat ini, tidak ada laporan kematian," katanya.

Organisasi non-pemerintah, Samaritan Aviation, menyatakan smeua penduduk di pulau telah dievakuasi.

"Semua penghuni pulau telah dievakuasi dan tidak ada korban jiwa," tulis lembaga tersebut di akun Facebook, Sabtu (6/1/2018) malam.

Pihak berwenang di Papua Nugini tidak dapat dihubungi melalui sambungan telepon untuk mengonfirmasi insiden tersebut.

Namun, mereka telah mengirim kapal dari Kopar, pulau terdekat dari Kadovar, untuk mengevakuasi penduduk penghuni pulau itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP,Mirror
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Internasional
Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Internasional
China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

Internasional
Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Internasional
Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Internasional
Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Internasional
Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Internasional
Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Internasional
Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Internasional
Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Internasional
King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

Internasional
Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Internasional
Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Internasional
Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X