Kompas.com - 06/01/2018, 15:44 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Perdana Menteri Pakistan, Shahad Khaqan Abbasi, mengaku bingung dengan pernyataan yang dilontarkan oleh Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya, dalam kicuannya di Twitter Senin (1/1/2018), Presiden Donald Trump mengancam bakal menghentikan anggaran bantuan kepada Pakistan.

Alasannya, Pakistan dianggap gagal dalam memberantas keberadaan kelomok radikal di wilayahnya.

Sebagai respon, juru bicara Kementerian Luar Negeri Heather Nauert, AS memutuskan untuk menghentikan bantuan sementara.

Baca juga : AS Ancam Bakal Hentikan Anggaran Bantuan untuk Pakistan

Kantor Pembangunan Internasional AS melansir, pada 2016, AS memberikan bantuan senilai 778 juta dolar AS, atau sekitar Rp 10,4 triliun.

Sekitar 35 persen dari dana bantuan tersebut digunakan untuk keperluan militer. Sisanya dipakai untuk penguatan ekonomi.

Abbasi, seperti dikutip dari The Guardian Jumat (5/1/2018), mengatakan bahwa dana bantuan yang digembar-gemborkan tidak pernah seperti yang diberitakan.

Selama lima tahun, Abbasi menyatakan dana bantuan AS sekitar 10 juta dolar AS, sekitar Rp 134,1 miliar per tahun.

"Jelas jumlah tersebut tidak signifikan. Karena itu, saya bingung bantuan apa yang AS bicarakan," kata Abbasi.

Sumber pejabat senior mengiyakan perkataan Abbasi, dan menegaskan bakal segera mempublikasikan bantuan yang mereka terima dari Negeri Paman Sam secepatnya.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.