Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/01/2018, 17:15 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

YERUSALEM, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Yerusalem telah memberhentikan 2.150 pegawainya sejak Rabu (3/1/2018), menyusul permasalahan anggaran yang sedang dialami.

Dilaporkan media Ibrani, Pemerintah Kota Yerusalem saat ini sedang berselisih paham terkait masalah anggaran dengan Kementerian Keuangan dan terancam menutup sejumlah layanan publik di kota itu.

Dilansir dari Times of Israel, sebanyak 1.000 pegawai yang diberhentikan, terdiri dari 317 pekerja sanitasi, 64 petugas polisi kota, 160 pegawai pusat kesehatan, 18 asisten ketenagakerjaan, dan 21 pekerja dari otoritas penyerapan.

Baca juga: Trump Bakal Jadi Nama Stasiun Kereta di Yerusalem

Wali Kota Yerusalem Nir Barkat juga membatalkan berbagai agenda kegiatan kota senilai hingga 72,4 juta dolar AS (sekitar Rp 971 miliar), yang berdampak pada 1.150 pegawai kehilangan pekerjaan.

Barkat menuduh permasalahan keuangan yang dialami kotanya saat ini merupakan tanggung jawab Menteri Keuangan Moshe Kahlon.

Menurut Barkat, Kementerian Keuangan Israel telah menahan ratusan juta shekel untuk anggaran kota Yerusalem sebagai balasan atas wali kota yang mendukung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam pemilihan terakhir.

Dalam pernyataannya, Barkat menyebut Menteri Keuangan Kahlon harus bertanggung jawab atas pukulan telak yang dialami kotanya, serta telah berjanji akan melakukan segala upaya demi mencegah pemerintahan kota ambruk.

"Kahlon harus menunjukkan kepemimpinannya dan keluar dari persembunyian sehingga kita bisa mengatasi krisis ini," kata Barkat.

Baca juga: Pindahkan Kedubes ke Yerusalem, Guatemala Akui Tak Ada Tekanan AS

Atas tuduhan yang dilontarkan wali kota, Menteri Kahlon tegas membantah dan mengatakan kementerian telah menambahkan anggaran untuk Yerusalem.

Perseteruan antara Wali Kota Barkat dengan Menteri Kahlon semakin memburuk, terlebih saat Sabtu (30/12/2017), truk sampah dari Yerusalem membuang muatannya di depan gedung kementerian keuangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.