Kompas.com - 05/01/2018, 11:51 WIB
Mahasiswa Iran melakukan aksi demo di Universitas Teheran yang didorong oleh kemarahan atas masalah ekonomi, di Ibu Kota Teheran, Sabtu (30/12/2017). Unjuk rasa anti-pemerintahan Presiden Hassan Rouhani di Iran berlangsung hampir sepekan, memakan korban tewas hingga puluhan orang dan ratusan orang ditangkap pihak keamanan. AFP PHOTO/STRMahasiswa Iran melakukan aksi demo di Universitas Teheran yang didorong oleh kemarahan atas masalah ekonomi, di Ibu Kota Teheran, Sabtu (30/12/2017). Unjuk rasa anti-pemerintahan Presiden Hassan Rouhani di Iran berlangsung hampir sepekan, memakan korban tewas hingga puluhan orang dan ratusan orang ditangkap pihak keamanan.
|
EditorArdi Priyatno Utomo

NEW YORK, KOMPAS.com - Dewan Keamanan (DK) PBB dilaporkan bakal menggelar pertemuan darurat di markas besar mereka di New York, Amerika Serikat (AS).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Heather Nauert menyebut, pertemuan darurat tersebut bakal diselenggarakan Jumat (5/1/2018).

Melalui kicauan di Twitternya Kamis (4/1/2018), Iran bakal menjadi topik utama yang dibahas.

Mantan jurnalis berusia 47 tahun tersebut berkata, AS berharap PBB bisa menyerukan dukungannya terhadap protes yang dilakukan anti-pemerintah Presiden Hassan Rouhani.

Baca juga : Demo di Iran, Dubes AS untuk PBB Serukan Rapat Darurat Dewan Keamanan

"Kami mengutuk aksi rezim Iran yang telah membuat banyak warga tewas, dan menahan sedikitnya 1.000 orang sepanjang pekan unjuk rasa," kata Nauert.

Selain itu, Nauert juga menyatakan bahwa Departemen Keuangan AS telah menjatuhkan sanksi baru kepada Iran.

Sanksi tersebut diarahkan kepada lima industri yang dianggap menjadi pengembang program rudal balistik.

"Program ini dianggap prioritas bagi pemerintah dibanding kehidupan sehar-hari rakyatnya," demikian bunyi pernyataan kementerian keuangan.

Sebelumnya, Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, menyerukan agar DK PBB menggelar pertemuan demi membahas konflik di Iran.

"Rakyat di Iran menginginkan kemerdekaan. PBB harus bersikap soal ini," tegas Haley Rabu (3/1/2018).

Seruan Haley mendapat peringatan dari Rusia melalui Deputi Kementerian Luar Negeri Sergei Ryabkov.

"Kami menghimbau AS agar jangan coba-coba mengintervensi urusan dalam negeri Republik Islam Iran," kata Ryabkov.

Ryabkove memaparkan, dia yakin Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Hassan Rouhani bakal meredam gejolak.

Unjuk rasa yang telah terjadi di Iran sejak Kamis pekan lalu (28/12/2017) di Masyihad dan sejumlah kota besar lainnya itu telah menelan 21 orang korban jiwa.

Demonstrasi untuk memprotes kenaikan harga itu menjadi yang terburuk sejak hasil pemilu 2009 yang memenangkan Mahmoud Ahmadinejad.

Saat itu, seperti dilansir oleh Russian Today, selama tiga bulan, 36 orang dilaporkan tewas.

Baca juga : Rusia Peringatkan AS Tidak Ikut Campur Masalah di Iran



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.