Kompas.com - 04/01/2018, 22:10 WIB
Kabah. Bandar Al-Dandani/AFPKabah.
|
EditorErvan Hardoko

DOHA, KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi dituding melarang warga Qatar menjalankan ibadah umrah. Demikian dilaporkan sebuah harian terbitan Qatar.

Lewat editorialnya pada edisi Kamis (4/1/2018), harian Al-Raya menyebut pemerintah Saudi telah berlaku sewenang-wenang terhadap warga Qatar yang menjalankan ibadah umrah di Mekah.

Warga Qatar dikabarkan mengalami kesulitan menjalankan ibadah ke Arab Saudi terkait sengketa diplomatik yang berlangsung sejak Juni 2017.

Menurut harian Al-Raya, pemerintah Saudi mendeportasi 20 warga Qatar setibanya di bandara internasional Jeddah dan mengirim mereka kembali ke Kuwait pekan lalu.

Baca juga : Aliansi Arab Saudi Mendaftarhitamkan 2 Organisasi dan 11 Individu Qatar

Ke-20 warga Qatar itu dideportasi setelah sebelumnya selama dua hari ditahan di sebuah fasilitas karantina padahal tujuan mereka memasuki Saudi adalah untuk menjalankan ibadah umrah.

Kabar dari harian Al-Raya ini kemudian disambut kicauan seorang warga Qatar lewat akun Twitternya.

"Saya ingin menjalankan umrah tetapi pemerintah Saudi mencegah saya beribadah," kata Mohamed ben Hamid Al Mohanadi lewat kicauan tertanggal 25 Desember.

Harian Al-Raya menyebut, langkah Saudi itu tak bisa diterima baik dari sisi moral maupun keagamaan dan tak bisa ditoleransi.

Harian itu menambahkan, langkah tersebut menunjukkan pemerintah Saudi melakukan politisasi ritual keagamaan.

Kabar dari harian Al-Raya ini melengkapi sejumlah laporan dari warga Qatar yang mengaku dihambat dalam menjalankan ibadah. Namun, hal ini dibantah pemerintah Saudi.

Baca juga : Turki Unjuk Kekuatan di Doha Saat Qatar Alami Krisis Diplomatik

"Tak ada kebenaran dalam laporan di media sosial yang menyebut warga Qatar diusir dan dicegah untuk melakukan umrah," kata pemerintah Saudi seperti dikutip harian Okaz.

Pemerintah Saudi menegaskan, banyak warga Qatar yang tetap menjalankan umrah dan ibadah lainnya meski kedua negara mengalami krisis diplomatik.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.