Wabah Kolera Menjalar, Tahun Ajaran Baru di Zambia Ditunda - Kompas.com

Wabah Kolera Menjalar, Tahun Ajaran Baru di Zambia Ditunda

Kompas.com - 04/01/2018, 21:26 WIB
Ilustrasi Penderita KoleraThinkstock Ilustrasi Penderita Kolera

LUSAKA, KOMPAS.com - Pemerintah Zambia mengumumkan bakal menunda menerbitkan kalender ajaran baru pendidikan.

Keputusan tersebut diketok setelah dalam tiga bulan terakhir, Zambia dilanda wabah kolera.

Dalam pernyataan bersama Menteri Kesehatan Chitalu Chilufya dan Menteri Pendidikan Dennis Wanchinga, wabah tersebut dimulai 6 Oktober 2017.

"Kami mendeteksi penyakit itu paling banyak terjadi di Provinsi Lusaka, sebelum menyebar ke daerah lain," kata Chilufya dilansir dari Africa News Kamis (4/1/2018).

Total, terdapat 2.047 kasus, dengan 2.000 di antaranya terjadi Lusaka. 50 orang dilaporkan tewas, dengan 47 orang dari jumlah tersebut meninggal di Lusaka.

Baca juga : Dilanda Perang, Wabah Kolera Serang Hampir 1 Juta Orang di Yaman

Wabah yang mengerikan itu membuat Chilufya menerbitkan Statuta Nomor 79 Tahun 2017.

Dalam statuta tersebut, pemerintah bakal melakukan segala cara untuk mencegah penyebaran kolera meluas.

Seluruh kegiatan yang berkaitan dengan publik dilarang. Termasuk menghentikan kegiatan belajar-mengajar sepanjang 2018.

Dalam pandangan Chilufya, jika tahun ajaran tetap diselenggarakan, maka orang-orang yang terjangkit bakal semakin banyak sehingga penanganan lebih sulit.

"Ada beberapa anak yang datang dari daerah yang kami anggap sebagai pusat epidemik. Jika mereka berbaur dengan anak lain, kami khawatir terjadi kontaminasi silang," papar Chilufya.

Selama menghentikan tahun ajaran baru, Chilufya memaparkan bakal bekerja sama dengan otoritas keamanan untuk memeriksa saluran air maupun sistem sanitasi sekolah.

"Jadi, kami berusaha memastikan fasilitas air minum maupun sanitasi berada dalam kondisi bagus," tuturnya.

Menteri berusia 45 tahun tersebut bakal meninjau kebijakannya pada 30 Januari 2018.

Awal pekan ini, Presiden Edgar Lungu meminta kepada militer agar membantu kementerian kesehatan dalam memerangi kolera.

Baca juga : Di Yaman, Satu Anak Terserang Kolera Tiap 35 Detik


EditorArdi Priyatno Utomo
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X