Rusia Peringatkan AS Tidak Ikut Campur Masalah di Iran - Kompas.com

Rusia Peringatkan AS Tidak Ikut Campur Masalah di Iran

Kompas.com - 04/01/2018, 20:09 WIB
Seorang mahasiswi Universitas Teheran berunjuk rasa menentang kenaikan harga pokok Sabtu (30/12/2017). Demo tersebut merupakan yang paling serius sejak 2009AFP via BBC Indonesia Seorang mahasiswi Universitas Teheran berunjuk rasa menentang kenaikan harga pokok Sabtu (30/12/2017). Demo tersebut merupakan yang paling serius sejak 2009

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia memperingatkan kepada Amerika Serikat ( As) agar tidak mencampuri persoalan domestik yang terjadi di Iran.

Pernyataan itu dilontarkan Deputi Kementerian Luar Negeri Sergei Ryabkov, dalam wawancaranya dengan TASS via AFP Kamis (4/1/2018).

Sebelumnya, AS menyatakan bakal memberikan sanksi kepada individu yang dianggap sebagai pangkal masalah demonstrasi tersebut.

Selain itu, Presiden Donald Trump juga berkali-kali menyatakan dukungannya terhadap para demonstran anti-pemerintah.

"Kami menghimbau AS agar jangan coba-coba mengintervensi urusan dalam negeri Republik Islam Iran," kata Ryabkov.

Baca juga : Garda Revolusi Iran Klaim Demo Anti-pemerintah Berakhir

Ryabkove memaparkan, dia yakin Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Hassan Rouhani bakal meredam gejolak.

"Terlepas ada usaha-usaha yang tengah dilakukan suatu pihak untuk memutarbalikkan apa yang tengah terjadi di sana," ulas Ryabkov.

Ryabkov juga mengkritisi langkah Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, yang meminta Dewan Keamanan menggelar rapat darurat untuk membahas masalah di Iran.

Demonstrasi massal yang pertama kali terjadi sejak 2009 itu awalnya berawal dari Masyhad, kota terbesar kedua Iran, Kamis pekan lalu (28/12/2017).

Demo yang memprotes kenaikan harga barang dan perlambatan ekonomi itu kemudian meluas di bebebrapa kota.

Dalam unjuk rasa tersebut, warga yang menentang rezim Khamenei dan Rouhani terlibat kerusuhan dengan aparat keamanan.

Akibatnya, 21 orang dilaporkan tewas. Dua di antaranya merupakan anggota kepolisian.

Kemudian, 530 orang ditangkap, dengan rincian 450 ditangkap di Teheran, dan 80 ditahan di Arak.

Pasukan Garda Revolusi melalui komandannya, Jenderal Mohammad Ali Jafari menyerukan berakhirnya demonstrasi, atau yang dikenal dengan unrest tersebut.

Baca juga : Demo di Iran, Dubes AS untuk PBB Serukan Rapat Darurat Dewan Keamanan


EditorArdi Priyatno Utomo
SumberAFP
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X