Diduga Jual Minyak ke Korea Utara, Pengusaha Taiwan Diperiksa - Kompas.com

Diduga Jual Minyak ke Korea Utara, Pengusaha Taiwan Diperiksa

Kompas.com - 04/01/2018, 16:31 WIB
Kapal tanker Lighthouse Winmore disita aparat Korea Selatan pada November lalu setelah diduga memindahkan minyak ke kapal Korea Utara di perairan internasional.YONHAP / AFP Kapal tanker Lighthouse Winmore disita aparat Korea Selatan pada November lalu setelah diduga memindahkan minyak ke kapal Korea Utara di perairan internasional.

TAIPEI, KOMPAS.com - Seorang pengusaha Taiwan kini diperiksa aparat berwajib setelah dituduh menjual minyak ke Korea Utara.

Hal ini disampaikan jaksa penuntut, Kamis (4/1/2018), dikabarkan terkait dengan sebuah kapal yang disita pemerintah Korea Selatan.

Pekan lalu, pemerintah Seoul mengatakan telah menahan sebuah kapal berbendera Hongkong pada November lalu karena diduga memindahkan minyak ke sebuah kapal Korea Utara.

Tindakan itu melanggar sanksi PBB yang dijatuhkan kepada Pyongyang terkait program nuklir dan misil balistik negeri tersebut.

Baca juga : Maskapai Korea Utara Kurangi Jumlah Penerbangan ke Beijing

Kejaksaan Taiwan menyampaikan, pria dengan nama keluarga Chen itu salah melaporkan bahwa kapal yang disewanya itu akan menuju ke Hongkong. Padahal kapal tersebut menuju ke perairan internasional untuk menjual minyak.

"Kami menangani kasus ini dengan serius dan telah menurunkan gugus tugas untuk melakukan investigasi," kata kantor kejaksaan kota Kaohsiung, Taiwan, tempat Chen menjalankan perusahaan perikanannya.

Namun, kejaksaan tak mengomentari laporan yang menyebut kapal yang digunakan Chen adalah Lighthouse Winmore, yang ditangkap aparat Korea Selatan setelah memindahkan 600 ton minyak ke sebuah kapal Korea Utara.

Kapal itu sempat singgah di pelabuhan Yeosu, Korea Selatan pada 11 Oktober 2017 dan memuat sebanyak 14.000 minyak sulingan asal Jepang sebelum berlayar menuju lokasi yang ditentukan di Taiwan.

Sementara itu, pemerintah Korea Selatan mengatakan, kapal yang disewa perusahaan Taiwan, Bilions Bunker Group Corp tersebut memindahkan minyak ke kapal Sam Jong 2 di perairan internasional sebelum kembali ke Yeosu.

Harian The Liberty Times mengabarkan, Chen menjual minyak itu lewat seorang perantara asal China dan menjelaskan kepada kejaksaan dia tak mengetahui kapal Sam Jong 2 adalah milik Korea Utara.

Saat ini Chen dibebaskan dengan jaminan tetapi dilarang meninggalkan Taiwan hingga investigasi kasus ini berakhir.

Baca juga : Korea Utara Pulihkan Saluran Komunikasi dengan Korea Selatan

Sementara itu, pemerintah Taiwan mengatakan, Bilions Bunker Group tidak berbasis di negeri itu tetapi di Kepulauan Marshall dan telah sepakat untuk mematuhi sanksi PBB terhadap Korea Utara.

Dua pekan lalu, sebuah kapal berbendera Panama juga ditahan Korea Selatan karena dituduh memindahkan minyak ke kapal Korea Utara.


EditorErvan Hardoko
SumberAFP
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X