Kompas.com - 04/01/2018, 15:19 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

 

NEW DELHI, KOMPAS.com - Dua pilot sebuah maskapai di India mendapat larangan terbang dari Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA). Penyebabnya, mereka berkelahi di tengah penerbangan dari London menuju Mumbai.

Dilaporkan Times of India Kamis (4/1/2018), insiden ini terjadi Senin (1/1/2018).

Awalnya, Jet Airways terbang pada pukul 10.00 waktu Inggris dengan membawa 324 penumpang dan 14 kru kabin untuk menempuh perjalanan selama sembilan jam ke Mumbai.

Sesaat setelah lepas landas, kapten pesawat yang adalah seorang perempuan berdebat dengan co-pilot pria.

Seorang sumber di internal maskapai mengatakan, pilot itu tiba-tiba menampar si pilot perempuan.

Pilot perempuan itu kemudian menangis, dan pergi meninggalkan kokpitnya menuju ruang kabin.

Baca juga : Helikopter Rusia Jatuh di Suriah, Dua Pilot Tewas

Awak kabin berusaha membujuk kapten penerbangan dengan nomor pesawat 9W 119 itu agar bersedia kembali ke kokpit.

Apalagi, suasana makin mencekam karena pilot pria itu juga meninggalkan tempatya, dan membuat pesawat tidak ada yang mengendalikan.

Khawatir terhadap keselamatan seluruh penumpang, kru terus membujuk kapten agar bersedia kembali ke kokpit.

Sang kapten memang bersedia kembali ke kokpit. Namun, beberapa saat kemudian, keduanya kembali cekcok yang membuat dia keluar lagi.

Kali ini, awak kabin memaksa pilot perempuan itu agar tetap di kokpit, dan membawa pesawat mendarat dengan selamat.

"Kapten nampaknya juga memperhatikan keselamatan penumpangnya. Jadi, dia memutuskan tetap di kokpit agar pesawat mendarat dengan mantap," ujar sumber tersebut.

Jet Airways kemudian melaporkan kejadian itu kepada DCGA. Kedua pilot dilarang menerbangkan pesawat.

Tidak hanya itu. Lisensi terbang co-pilot pria yang dianggap sebagai penyulut cekcok dibekukan.

"Ini merupakan masalah yang serius. Kami memastikan bakal menggelar investigasi sampai tuntas," kata Ketua DCGA, BS Bhullar.

Sementara itu, juru bicara Jet Airways berkata, kejadian dipicu kesalahpahaman di antara kedua pilot tersebut.

"Jet Airways tidak mentoleransi tindakan para pegawainya yang bisa mengganggu keselamatan penerbangan," demikian pernyataan maskapai itu.

Baca juga : Jepang Bakal Kekurangan Pilot pada 2030

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.