Kompas.com - 04/01/2018, 14:35 WIB
Kru maskapai udara Korea Utara Air Koryo berjalan di bawah pesawat yang terparkir di Wonsan. AFPKru maskapai udara Korea Utara Air Koryo berjalan di bawah pesawat yang terparkir di Wonsan.
|
EditorAgni Vidya Perdana

BEIJING, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan Korea Utara dilaporkan telah memangkas jumlah penerbangan yang menghubungkan Pyongyang dengan Beijing mulai bulan ini.

Pengurangan tersebut dilansir SCMP dari pernyataan resmi perusahaan pada Kamis (4/1/2018), tanpa menjelaskan alasan dilakukannya pengurangan tersebut.

Maskapai Air Koryo milik pemerintah Korea Utara telah mengurangi jumlah penerbangan dengan rute Pyongyang-Beijing dari tiga kali seminggu menjadi dua kali dalam sepekan.

Pengurangan itu diperkirakan karena menurunnya jumlah wisatawan seiring cuaca yang sedang memasuki musim dingin.

Baca juga: Korea Utara Pulihkan Saluran Komunikasi dengan Korea Selatan

Kendala lain yakni demi menghemat penggunaan bahan bakar pesawat, mengingat saat ini Korea Utara sedang dikenai sanksi internasional untuk impor minyak oleh PBB.

Pernyataan resmi maskapai menyebut jadwal penerbangan dua kali sepekan akan berlaku hingga akhir Februari.

Sebelumnya, sampai Desember 2017 lalu, Air Koryo terbang dengan rute Pyongyang-Beijing setiap Selasa, Kamis dan Sabtu.

Namun kini, penerbangan untuk hari Kamis dihilangkan.

Maskapai penerbangan Air China sebenarnya juga melayani rute penerbangan yang sama, namun belakangan ditangguhkan sejak akhir November dengan alasan rendahnya permintaan.

Pernyataan sumber dari dalam perusahaan yang tak disebutkan namanya, penangguhan penerbangan itu karena alasan bisnis.

Sektor wisata Korea Utara tidak termasuk yang terkena sanksi dari PBB dan sektor itu juga salah satu yang menjadi harapan negara itu untuk memperoleh pemasukan.

Diperkirakan sektor pariwisata memberi pemasukan tahunan bagi Korea Utara hingga 44 juta dolar AS (sekitar Rp 590 miliar).

Pemerintah China juga tidak pernah secara resmi mengumumkan melarang warganya mengunjungi Pyongyang.

Baca juga: Trump Sebut Sanksi Internasional Berefek kepada Korea Utara



Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X